Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Joko Suprianto" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
| Joko Suprianto | |
|---|---|
| Informasi pribadi | |
| Negara | Indonesia |
| Lahir | 6 Oktober 1966 (umur 59) Solo, Jawa Tengah |
| Tinggi | 174 cm (5 ft 9 in) |
| Pegangan | Kanan |
| Rekor bertanding | Tunggal putra |
| Profil di BWF | |
Joko Suprianto (lahir 6 Oktober 1966) adalah mantan pemain bulu tangkis asal Indonesia. Kini dia adalah pelatih timnas bulu tangkis Indonesia. Kariernya telah dimulai pada tahun 1985 dan mulai merambah dunia bulu tangkis profesional sejak 1990 sampai 2002. Joko merupakan pemain yang menjadi pemain muda regenerasi Eddy Kurniawan yang telah pensiun sebelum dirinya.[1]
Karier
Dari 1985 hingga 1991, Suprianto beberapa kali mencapai final tetapi tidak berhasil meraih gelar juara sehingga ia dijuluki sebagai “Mr. Runner-up”. Pada 1992, ia mengakhiri periode tersebut dengan memenangkan Swiss Open setelah mengalahkan Hariyanto Arbi di final. Pada tahun yang sama, ia juga memenangkan Badminton World Cup setelah mengalahkan Hermawan Susanto di final.[2]
Joko Suprianto adalah atlet yang selalu ditunjuk setiap dua tahun sejak 1986 sampai 2000 untuk membela tim Piala Thomas Indonesia dan menang, hanya beberapa kali kalah dari beberapa atlet tunggal putra Malaysia yaitu Foo Kok Keong dan Rashid Sidek. Pada tahun 1993 dia memenangkan Kejuaraan Dunia IBF 1993 di final ia melawan rekan negaranya, Hermawan Susanto. Pada 1996, ia ditunjuk untuk bertanding di final melawan Poul-Erik Høyer Larsen dan menang. Pada Olimpiade 1996, ia hanya sampai di babak perempat final usai dikalahkan lawan berbuyutannya, Rashid Sidek yang selanjutnya mendapatkan medali Perunggu. Namun, ia merupakan atlet nomor kedua dunia di atas Poul-Erik Høyer Larsen yang berada di urutan ketiga.
Setelah menjadi atlet senior selama 17 tahun, kariernya tidak perlu diragukan lagi.
Prestasi
- Juara Kejuaraan Dunia IBF 1993
- Tim Piala Thomas Indonesia 1986-2000 dan memenangkan Piala Thomas 1994, 1996, 1998 dan 2000
- Urutan 5 tunggal putra Olimpiade Atlanta 1996
Kehidupan Pribadi
Joko juga memiliki adik pembulu tangkis nasional, Bambang Suprianto yang sukses di nomor ganda putra. Joko menikah dengan mantan pemain bulu tangkis nasional, Zelin Resiana, pada tahun 1999. Ia kemudian mempunyai anak kembar pada tanggal 24 Mei 2003, Bilqis Pratista dan Bilqis Prasista, yang juga mengikuti rekam jejak kedua orang tua nya menjadi pemain bulu tangkis nasional. Kini ia hanya aktif menjadi pelatih.
Pranala luar
- (Inggris) Joko Suprianto Data Diarsipkan 2009-09-22 di Wayback Machine.
Artikel bertopik biografi terkait bulu tangkis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
- ↑ "Joko Suprianto - Indonesia Olympic Commitee". nocindonesia.id. Diakses tanggal 2026-09-24.
- ↑ Suprianto, Joko. "Jejak Mr. Runner Up Joko Suprianto ke Puncak Dunia". olahraga. Diakses tanggal 2026-09-24.