Kamis, 24 September 2026
13:09 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
John Hay

John Hay

John Hay
250px-John_Hay%2C_bw_photo_portrait%2C_1897.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hay pada tahun 1897
Menteri Luar Negeri Amerika Serikatke-37
Masa jabatan
30 September 1898 –1 Juli 1905
Presiden
PendahuluWilliam R. Day
PenggantiElihu Root
Duta Besar Amerika Serikat untuk
Masa jabatan
3 Mei 1897 –12 September 1898
PresidenWilliam McKinley
PendahuluThomas F. Bayard
PenggantiJoseph Hodges Choate
Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikatke-12
Masa jabatan
1 November 1879 –3 Mei 1881
Presiden
PendahuluFrederick W. Seward
PenggantiRobert R. Hitt
Informasi pribadi
LahirJohn Milton Hay
(1838-10-08)8 Oktober 1838
Meninggal1 Juli 1905(1905-07-01) (umur 66)
MakamPemakaman Lake View
Cleveland, Ohio, A.S.
Partai politikRepublik
Suami/istri
Clara Stone
(m. 1874)
Anak4, termasuk Helen dan Adelbert
PendidikanBrown University (AB, MA)
Tanda tangan
Karier militer
Dinas/cabangAngkatan Darat Amerika Serikat (Tentara Serikat)
PangkatMayor
Pertempuran/perangPerang Saudara Amerika

John Milton Hay (8 Oktober 1838 1 Juli 1905) adalah seorang negarawan dan pejabat Amerika yang kariernya dalam pemerintahan berlangsung hampir setengah abad. Ia mulai sebagai sekretaris pribadi dan asisten Abraham Lincoln, ia kemudian menjadi seorang diplomat. Ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat di bawah Presiden William McKinley dan Theodore Roosevelt. Hay juga adalah seorang penulis biografi Lincoln. Ia juga menulis puisi dan karya sastra lainnya sepanjang hidupnya.

Lahir di Salem, Indiana dalam keluarga yang menentang perbudakan yang pindah ke Warsaw, Illinois, Hay menunjukkan potensi yang besar sejak usia dini, dan keluarganya mengirimnya ke Universitas Brown. Setelah lulus pada tahun 1858, Hay belajar hukum di kantor pamannya di Springfield, Illinois, bersebelahan dengan kantor Lincoln. Hay bekerja untuk kampanye kepresidenan Lincoln yang berhasil dan menjadi salah satu asisten pribadinya di Gedung Putih. Sepanjang Perang Saudara Amerika, Hay memiliki hubungan yang dekat dengan Lincoln dan berdiri di samping ranjang kematiannya setelah sang presiden ditembak. Selain karya sastra lainnya, Hay, bersama John George Nicolay, menulis sebuah biografi Lincoln sebesar 10 volume yang membantu membentuk citra historis presiden yang telah dibunuh tersebut.

Setelah kematian Lincoln, Hay menghabiskan beberapa tahun dalam tugas diplomatik di Eropa, kemudia bekerja untuk New-York Tribune di bawah Horace Greeley dan Whitelaw Reid. Hay tetap aktif dalam dunia politik, dan sejak tahun 1879 hingg 1881 menjabat sebagai Asisten Menteri Luar Negeri. Selanjutnya, ia kembali ke sektor privat, tetap di sana hingga Presiden McKinley, yang telah ia dukung, menjadikannya Duta Besar Amerika Serikat untuk Britania Raya pada tahun 1897. Hay menjadi Menteri Luar Negeri pada tahun berikutnya.

Hay menjabat selama hampir tujuh tahun sebagai Menteri Luar Negeri di bawah Presiden McKinley dan, setelah pembunuhan McKinley, di bawah Theodore Roosevelt. Hay bertanggung jawab atas negosiasi Kebijakan PIntu Terbuka, yang menjaga Tiongkok tetap terbuka untuk berdagang dengan semua negara secara, dengan kekuatan-kekuatan internasional. Dengan menegosiasikan Perjanjian Hay–Pauncefote dengan Britania Raya, Perjanjian Hay–Herrán dengan Kolombia (yang pada akhirnya tidak disahkan), dan terakhir Perjanjian Hay–Bunau-Varilla dengan Republik Panama yang baru saja merdeka, Hay juga membuka jalan bagi pembangunan Terusan Panama.

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan