Minggu, 25 Oktober 2026
10:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Johann Rupert

Johann Rupert

Bagikan:
Infobox orangJohann Rupert
330px-Johan_Rupert_-_WildjagTV_June_2016.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
(2016) Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran1 Juni 1950 Suntingan nilai di Wikidata (76 tahun)
Stellenbosch Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversitas Stellenbosch
Paul Roos Gymnasium (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpengusaha,pebisnis,ekonom Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AyahAnton Edward Rupert (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Johann Peter Rupert (lahir 1 Juni 1950) adalah seorang pengendali perusahaan barang mewah terbesar di dunia, Richemont. Selain Richemont yang berbasis di Swiss, kepemilikannya yang lain termasuk Remgro, perusahaan investasi Afrika Selatan dengan saham di lebih dari 30 perusahaan juga mendorong kekayaannya. Rupert mewarisi bisnis keluarga dari ayahnya, Anton Rupert, dan telah mengembangkannya dari yang sebagian besar bergerak di bidang tembakau menjadi usaha barang mewah bernilai miliaran dolar.

Selain menjadi pebisnis, Rupert juga aktif tentang isu politik dan lingkungan di Afrika Selatan dan berkampanye menentang kekuasaan minoritas kulit putih. Dia telah menerima beberapa penghargaan atas kegiatan bisnisnya. Ia tinggal di Cape Town, tempat dia memiliki rumah mewah, tetapi dia juga memiliki properti di Jenewa dan London.

Biografi

Ia tumbuh besar di Stellenbosch, Afrika Selatan. Dia kemudian menempuh pendidikan tinggi di jurusan ekonomi dan hukum perusahaan di Paul Roos Gymnasium dan Universitas Stellenbosch. Setelah menyelesaikan pendidikannya, dia mulai mengejar karier di bidang bisnis, dan kemudian mendirikan Rand Merchant Bank pada 1979 ketika dia kembali ke Afrika Selatan setelah bekerja dan belajar di New York selama lima tahun. Di sana dia menjabat sebagai Chief Executive Officer dan kemudian menjadi Ketua Non-Eksekutif.

Pada 1985 dia kembali ke usaha keluarga, dia ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif Rembrandt Group Ltd, perusahaan tembakau dan alkohol milik ayahnya yang didirikan sejak 1940. Selanjutnya, pada 1988 dia melebarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan Richemont, dan didapuk sebagai CEO Richemont SA dan Direktur Pelaksana Compagnie Financière Richemont AG.

Pada 2002 dia kemudian diangkat sebagai Ketua sekaligus CEO Compagnie Financière Richemont SA. Selain memilki pengaruh besar di belakang Richemont, Rupert juga berperan penting di Vodacom, grup spesialis komunikasi seluler di Afrika. Dia juga berperan penting dalam mendirikan Tracker Network (Pty) Ltd, yang berspesialisasi dalam sistem pemulihan kendaraan curian.

Namun, pada 2005 Rupert menjual Vodacom ke Vodafone seharga 21 miliar rand Afrika, atau sekitar Rp19,17 triliun melalui restrukturisasi VenFin Limited. Pada 2006 dia juga sempat diangkat sebagai Ketua Peace Parks Foundation dan juga dianugerahi gelar Doktor Kehormatan di bidang Perdagangan oleh Nelson Mandela Metropolitan University pada 2008.

Pada awal 2009, dia diangkat sebagai “Officier” dari “Ordre National de la Légion d’Honneur” Prancis oleh Presiden Prancis. Dia lantas menjadi anggota Dewan Penasihat di Nelson Mandela Children's Fund sejak didirikan. Sebagai anggota pendiri Small Business Development Corporation pada 1979, dia kini juga menjadi Ketua organisasi yang berganti nama menjadi Business Partners Ltd. dan pada 2009 dia terpilih sebagai Rektor Universitas Stellenbosch tempatnya dulu berkuliah.[1]

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan