Kamis, 22 Oktober 2026
14:15 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Menjilat mineral

Menjilat mineral

Bagikan:
250px-Bos_gaurus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gaur sedang menjilat mineral

Menjilat mineral (dikenal juga sebagai menjilat garam atau menjilat tanah) adalah cara memperoleh garam-garam dengan cara memakan gumpalan tanah yang mengandung garam, menggemburkan tanah tebing yang keras dengan kaki depan dan gadingnya, dan makan pada saat hari hujan atau setelah hujan.[1] Garam-garam mineral tersebut antara lain adalah kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur (S) fosforus (P), potassium (K), dan sodium (Na).[2][3][4][5]

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-15. Diakses tanggal 2014-07-07.
  2. ↑ Emmons, L. H.; Stark, N. M. (1979). "Elemental composition of a natural mineral lick in Amazonia". Biotropica. 11 (4): 311–313. JSTOR 2387925.
  3. ↑ Black, J. G.; Mosquera, D.; Guerra, J.; Loiselle, B. A.; Romo, D.; Swing, K. (2011). "Mineral licks as diversity hotspots in lowland forest of eastern Ecuador". Diversity. 3 (2): 217–234. doi:10.3390/d3020217.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  4. ↑ Ayotte, J. B.; Parker, K. L.; Gillingham, M. P. (2008). "Use of natural licks by four species of ungulates in northern British Columbia". Journal of Mammalogy. 89 (4): 1041–1050. doi:10.1644/07-MAMM-A-345.1.
  5. ↑ Atwood, T. C.; Weeks, H. P. (2003). "Sex-specific patterns of mineral lick preference in white-tailed deer". Northeastern Naturalist. 10 (4): 409–414. JSTOR 3858657.

Bacaan tambahan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan