Jumat, 30 Oktober 2026
21:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Jess Pepper

Jess Pepper

Bagikan:
Infobox orangJess Pepper
330px-Jess_Pepper_in_the_video_%27Community_led%2C_chat_and_action_on_climate%27.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaancafé owner (en) Terjemahkan,social entrepreneur (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
X: pepper_jess LinkedIn: jessmpepper Modifica els identificadors a Wikidata

Jess Pepper adalah aktivis lingkungan yang memulai gerakan peduli akan iklim dengan cara unik, yaitu membangun Climate Café pada 2015. Climate Café kali pertama diwujudkan di Pertshire, Skotlandia. Jess masuk dalam daftar 100 Wanita Inspiratif dan Berpengaruh BBC World, sebagai salah satu dari 28 Pelopor Iklim. Ia adalah anggota kehormatan dari Royal Scottish Geographical Society dan anggota dari Royal Society of Arts.[1]

Ia menyatakan bahwa Climate Café adalah ruang yang dibangun oleh komunitas untuk membicarakan segala hal tentang iklim. Perbincangan itu dilakukan sambil minum dan berbincang santai.[2]

“Awalnya saya tidak yakin akan ada orang yang mau berbicara tentang iklim dalam suasana seperti itu. Ternyata, pada pertemuan pertama, orang-orang antusias membahas iklim di antara kenyamanan minum layaknya di kafe,” kata Jess Pepper. [2]

Di dalam komunitas itu, orang dapat berbicara secara terbuka tentang krisis iklim. Bukan hanya itu, mereka dapat bersuara tentang kekhawatiran, kesedihan, dan harapan tanpa penghakiman dan tanpa perlu menjadi ahli. Saat ini Climate Café menjadi gerakan global.[3]

Ternyata mereka yang diundang pada 2015 itu antusias dan bersepakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Setelah perbincangan sambil minum teh yang nyaman, peserta kemudian memiliki kesadaran untuk  mencoba mengurangi jumlah air yang digunakan di desa. Upaya yang berhasil itu membuat gerakan Climate Café diadopsi di banyak wilayah. Pada 2019, Dunkeld & Birnam menerima penghargaan sebagai Desa Hemat Air pertama di Skotlandia dari Scottish Water.[2]

Salah satu bagian dari Climate Café adalah kelompok berbagi makanan. Fiona Ritchie adalah anggotanya. Ketika menyaksikan warga di desanya banyak memboroskan makanan, anggota Climate Café mendirikan dua pos. Kafe dan warga dapat membawa makanan berlebih ke pos itu untuk dikonsumsi sehingga tidak ada yang dibuang.[2]

Climate Cafe

Climate Psychology Alliance-North America menyatakan bahwa Climate Cafe adalah ruang empatik yang dapat menampung kekhawatiran dan ketakutan tentang ketidakpastian krisis iklim dan ekologi.[4]

Climate Cafe menjadi strategi yang makin populer dengan pendekatan inovatif yang mendorong munculnya dialog terbuka mengenai emosi yang berkait dengan krisis iklim. Pendekatan yang dilakukan terinspirasi oleh karya Jess Pepper dengan menyediakan ruang aman bagi individu untuk berbagi pikiran dan perasaan mereka tentang krisis iklim.[5]

Gerakan itu mendorong orang untuk siap menanggapi ancaman kesehatan akibat perubahan iklim. Itu dapat memperdalam pemahaman mengenai pendekatan terapeutik dan komunitas yang tepat untuk mengatasi tekanan ekologis.

Referensi

  1. ↑ "BBC 100 Perempuan 2023: Siapa saja yang ada dalam daftar tahun ini? - BBC News Indonesia". News Indonesia. Diakses tanggal 2026-05-26.
  2. 1 2 3 4 Quigley, Elizabeth (2025-12-27). ""The cafe that started a climate movement over a cup of tea"". BBC Scotland. Diakses tanggal 26 Mei 2026.
  3. ↑ Butler, Toby (2026-03-10). "Jess Pepper". Royal Holloway, University of London and the British Library. Diakses tanggal 2026-05-22.
  4. ↑ De Jong, Anna; Harris, Susan; Costanian, Christy; Skinner, Harvey (2025-07). "Climate cafés as a space for navigating climate emotions: A scoping review". The Journal of Climate Change and Health (dalam bahasa Inggris). 24: 100466. doi:10.1016/j.joclim.2025.100466. PMC 12851246. PMID 41647672.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  5. ↑ Calabria, Luis; Marks, Elizabeth (2024). "What happens in Climate Cafés? Exploring responses to the psychological burdens of climate change in seven UK women". The Cognitive Behaviour Therapist (dalam bahasa Inggris). 17. doi:10.1017/S1754470X24000096. ISSN 1754-470X.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan