Kamis, 29 Oktober 2026
04:00 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Penjatahan

Penjatahan

Bagikan:
250px-Romanian_ration-card_for_bread%2C_1989.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kartu penjatahan roti di Rumania, 1989.

Penjatahan adalah pembagian sumber daya, barang atau jasa yang terbatas. Jatah yang diperoleh biasanya juga dibatasi agar semua orang bisa memperoleh bagiannya. Penjatahan umumnya dilakukan agar harga barang tetap berada di bawah harga seimbang yang ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Maka dari itu, penjatahan dapat menjadi pengganti pengendalian harga. Salah satu contoh penjatahan yang dilakukan akibat kenaikan harga adalah penjatahan bahan bakar selama krisis energi 1973. Terdapat argumen bahwa harga yang tinggi dapat mengurangi penghambur-hamburan sumber daya yang terbatas sembari memberi insentif untuk memproduksi lebih banyak, tetapi di sisi lain harga yang tinggi dapat mencekik rakyat miskin.

Pemerintah yang melakukan penjatahan sering kali menghadapi masalah karena barang-barang yang dijatah kadang-kadang dijual secara ilegal oleh oknum-oknum tertentu.

Penjatahan dapat dilakukan pula pada masa perang, bencana alam atau krisis pengungsi. Contohnya adalah penjatahan di Britania Raya selama Perang Dunia II dan penjatahan di kamp-kamp pengungsi.

Daftar pustaka

  • Allocation of Ventilators in an Influenza Pandemic, Report of New York State Task Force on Life and the Law, 2007.
  • Matt Gouras. "Frist Defends Flu Shots for Congress." Associated Press. October 21, 2004.
  • Stiglitz, J. & Weiss, A. (1981). Credit Rationing in Markets with Imperfect Information, American Economic Review, vol. 71, pages 393-410.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rationing.
Wiktionary logo
Lihat entri ration atau rationing di kamus bebas Wikikamus.


Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan