Kamis, 22 Oktober 2026
06:06 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Jaringan erektil

Bagikan:

Jaringan erektil merupakan jaringan tubuh yang memiliki banyak ruang vaskular, atau jaringan kavernosa, yang dapat membengkak atau terkongesti oleh darah.[1][2] Walaupun demikian, jaringan yang tidak memiliki atau kekurangan jaringan erektil (seperti labia minora, vestibulum, vagina, dan uretra) juga dapat digambarkan mengalami pembengkakan darah, yang sering kali berkaitan dengan gairah seksual.[2]

Pada organ seksual

250px-Gray1155_a.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penampang melintang yang menunjukkan dua korpus kavernosum di dekat permukaan atas penis, serta korpus spongiosum yang mengelilingi uretra di dekat permukaan bawah.
250px-Clitoral_body%2C_internal_anatomy.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penampang melintang yang menunjukkan dua korpus kavernosum pada klitoris.

Jaringan erektil terdapat pada genitalia luar seperti korpus kavernosum penis dan homolognya pada klitoris, yang juga disebut sebagai korpus kavernosum klitoris.[2] Selama ereksi penis atau ereksi klitoris, korpus kavernosum akan terisi penuh oleh darah arteri, sebuah proses yang disebut sebagai tumesensi.[3] Hal ini dapat dihasilkan dari berbagai rangsangan fisiologis, baik internal maupun eksternal. Proses stimulasi ini juga dikenal sebagai gairah seksual. Korpus spongiosum penis merupakan struktur tubular tunggal yang terletak tepat di bawah korpus kavernosum pada pria. Bagian ini juga dapat sedikit membengkak oleh darah, namun tidak sebesar korpus kavernosum.

Pada hidung

Jaringan erektil terdapat di bagian anterior septum nasi[4] dan melekat pada konka nasalis di hidung. Siklus hidung terjadi saat jaringan erektil pada satu sisi hidung mengalami kongesti (pembengkakan), sementara sisi lainnya mengalami dekongesti. Proses ini dikendalikan oleh sistem saraf otonom, di mana dominasi sistem parasimpatis dikaitkan dengan kongesti, dan sistem simpatis dikaitkan dengan dekongesti.[5][4] Durasi satu siklus dapat sangat bervariasi antarindividu; Kahana-Zweig dkk. menemukan rentang antara 15 menit hingga 10,35 jam, dengan rata-rata tercatat sebesar 2,15 ± 1,84 jam.[4]

Jenis lainnya

Jaringan erektil juga ditemukan pada spons uretra dan spons perineum.[2] Adapun ereksi puting susu bukanlah disebabkan oleh jaringan erektil, melainkan oleh kontraksi otot polos di bawah kendali sistem saraf otonom.

Referensi

  1. ↑ "Erectile tissue". medical-dictionary.thefreedictionary.com. Diakses tanggal Juni 28, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 Yang, Claire; J. Cold, Christopher; et al. (April 2006). "Sexually responsive vascular tissue of the vulva". BJUI. 97 (4): 766–772. doi:10.1111/j.1464-410X.2005.05961.x. PMID 16536770.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Bab 35 dalam: Walter F., PhD. Boron (2003). Medical Physiology: A Cellular And Molecular Approach. Elsevier/Saunders. hlm. 1300. ISBN 978-1-4160-2328-9.
  4. 1 2 3 Kahana-Zweig, Roni (6 Oktober 2016). "Measuring and Characterizing the Human Nasal Cycle". PLOS ONE. 11 (10) e0162918. National Library of Medicine. Bibcode:2016PLoSO..1162918K. doi:10.1371/journal.pone.0162918. PMC 5053491. PMID 27711189.
  5. ↑ Eccles, R (1983). "Sympathetic control of nasal erectile tissue". European Journal of Respiratory Diseases. Supplement. 128 (Pt 1): 150–154. PMID 6578066.
Ikon rintisan

Artikel bertopik anatomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan