Senin, 09 November 2026
06:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Hardcore Jepang

Bagikan:

Japanese hardcore adalah sebutan untuk skena musik hardcore punk di Jepang. Skena musik ini muncul dari gelombang protes akibat perubahan situasi sosial dan ekonomi yang melanda Jepang pada tahun 1980-an. Grup musik seperti SS yang terbentuk pada tahun 1977 dianggap sebagai pelopor skena musik ini,[1] disusul oleh grup musik-grup musik lain seperti The Stalin dan GISM yang terbentuk pada tahun 1980 dan 1981. Para musisi yang terlibat di skena musik ini biasanya mengikutsertakan unsur musik crossover thrash, thrash metal, anarko-punk, horror punk, D-beat dan grindcore di lagu-lagu yang mereka buat bersama grup musiknya masing-masing.

Daftar band terkemuka

  • Anti Feminism
  • The Comes
  • The Dead Pop Stars
  • Disclose
  • Envy
  • GISM
  • Garlic Boys
  • Gauze
  • The Piass
  • SOB
  • SS
  • The Stalin

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-04-20. Diakses tanggal 25 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Sumber-sumber

  • Hoare, James. "Japanese Grindcore". Majalah Terrorizer nomor 180, edisi bulan Februari 2009, hal. 52-53.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan