Rabu, 04 November 2026
13:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Jan van Dijk

Bagikan:

Jan Van Dijk adalah seorang tokoh yang peduli dan berjasa terhadap anak-anak tunanetra dan tunarungu di Belanda dan dunia khususnya rubella. Karena kepedulian dan jasanya, dia menerima penghargaan Inis Hall Award untuk tesisnya. Pendidikannya di Universitas Katolik Nijmegen dan melanjutkan program doktoralnya dengan publikasi Rubella Handicapped Children (1982), suatu studi yang ekstensif mengenai anak-anak pengidap rubella di Australia. Karena sumbangannya kepada pendidikan anak-anak berkelainan itu, dia menerima Ann Sullivan Award (1974).

Program pendidikannya dimulai dengan diagnosis diferensial untuk masing-masing anak yang dilaksanakan melalui penerapan klinis dari sarana-sarana seperti Tes Pengembangan Eupraxia Diarsipkan 2019-08-03 di Wayback Machine[1] pada Tangan dan Jari-jari Anak Kecil. Azas pembimbing dari metode tersebut bahwa anak berada di dalam posisi sentral. Prinsip bimbingan ini mendahului pemakain kurikulum yang dikembangankan guru. Makna dan arti dikembangakan dengan mengatur dan menyusun kehidupan keseharian anak dalam tempat dan waktu atau dengan orang-orang.

Sifat khusus dari metode van Dijk adalah bahasa tidak diajarkan sebagai proses penamaan, tetapi sebagai interaksi sosial antara dua orang yang mengadakan pembicaraan mengenai benda-benda, kegiatan-kegiatan, dan emosi yang mempunyai kepentingan timbal balik.[2]

Referensi

  1. ↑ "Langkah-Langkah Pengembangan Tes". 3 oktober 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-03. Diakses tanggal 3 Agustus 2019.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=; Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Baihaqi, MIF (2014). Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Luar Biasa. Bandung: Nuansa Cendekia. hlm. 390. ISBN 978-602-8395-75-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan