Senin, 19 Oktober 2026
08:41 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Jan Cock Blomhoff

Jan Cock Blomhoff

Bagikan:
Infobox orangJan Cock Blomhoff
250px-Jan_Cock_Blomhoff_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran5 Agustus 1779 Suntingan nilai di Wikidata
Amsterdam Suntingan nilai di Wikidata
Kematian15 Agustus 1853 Suntingan nilai di Wikidata (74 tahun)
Amersfoort Suntingan nilai di Wikidata
VOC Opperhoofden di Jepang
1817 – 1823 Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaankolektor seni,direktur,agen komersial Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahTitia Bergsma Suntingan nilai di Wikidata
AnakJohannes Cock Blomhoff Suntingan nilai di Wikidata
Orang tuaJohannes Blomhoff (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata, Dorothea Cock (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
250px-Jan_Cock_Blomhoff_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jan Cock Blomhoff - pengurus ("opperhoofd") Dejima, koloni dagang Belanda di pelabuhan Nagasaki, Jepang, bersama putranya, Johannes, di pelukan Petronella Muns, seorang ibu susu Belanda. (pelukis tak diketahui)
250px-BlomhoffJapan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jan Cock Blomhoff dan istrinya, Titia Bergsma; putranya, Jantje; seorang ibu susu, dan dua pembantu Jawa. Lukisan Jepang, circa 1817.

Jan Cock Blomhoff (5 Agustus 1779 – 15 Agustus 1853) adalah pengurus ("opperhoofd") Dejima, koloni dagang Belanda di pelabuhan Nagasaki, Jepang, 1817 - 1824,[1] menggantikan Hendrik Doeff.

Pada masa kerja pertamanya di pulau ini (1809–1813), ia menjalin hubungan dengan seorang perempuan Jepang dan keduanya dikaruniai seorang anak (meninggal tahun 1813).

Setibanya Dejima untuk kedua kali pada bulan Agustus 1817, ia didampingi istrinya, Titia Bergsma (menikah tahun 1815); putranya, Johannes; Petronella Muns, seorang ibu susu Belanda; dan seorang pembantu Indonesia. Perempuan dan anak-anak asing tidak diperkenankan tinggal di Jepang saat itu. Mereka menetap sampai Desember 1817. Dalam waktu singkat saja, para seniman yang belum pernah melihat perempuan asing langsung tertarik dengan keluarga mereka. 500 lukisan keluarga ini pun tersebar ke seluruh Jepang.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Historiographical Institute. (1988). Historical documents relating to Japan in foreign countries, Vol. I, p. 65.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan