Jumat, 16 Oktober 2026
00:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Jamur-karang tangkai-hijau

Jamur-karang tangkai-hijau

Bagikan:
Jamur-karang tangkai-hijau
250px-Ramaria_abietina.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kemungkinan aman  (NatureServe)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Fungi
Divisi: Basidiomycota
Kelas: Agaricomycetes
Ordo: Gomphales
Famili: Gomphaceae
Genus: Phaeoclavulina
Spesies:
P. abietina
Nama binomial
Phaeoclavulina abietina
(Pers.) Giachini (2011)[2]
Sinonim[3]
  • Clavaria abietina Pers. (1794)[4]
  • Merisma abietinum (Pers.) Sprengel (1827)[5]
  • Hydnum abietinum (Pers.) Duby (1830)[6]
  • Clavariella abietina (Pers.) J.Schröt. (1888)[7]
  • Ramaria abietina (Pers.) Quél. (1888)[8]
  • Ramaria ochraceovirens[9]

Jamur-karang tangkai-hijau (Phaeoclavulina abietina) adalah Jamur yang hidup pada tanah lembap dan serasah tipis, jamur ini memiliki karpopora berbentuk seperti bunga karang/bunga brokoli berwarna krem kekuningan, berdaging, kenyal, licin dan berair. Daging buah di bagian bawah lebih tebal dari bagian atas. Pada bagian atas membentuk percabangan. Tingginya dapat mencapai 4 – 10 cm.[10]

Ditemukan di hutan primer kawasan TNKS daerah Sungai Piring Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan.[11] Jamur ini dapat dimakan, rasanya hambar.[12]

Habitat

Jamur karang belum dibudidayakan. Jamur karang tumbuh dan berkembangbiak di tanah yang berhumus dan pada batang kayu yang sudah lapuk. Jamur karang tumbuh tersebar di hutan pinus. Di Amerika Utara, dapat ditemukan di Baratlaut Pasifik[13] dan Meksiko.[14] Dapat juga ditemukan di Eropa.[15]

Karakteristik

Bentuk jamur bercabang seperti karang, berwarna putih kekuning-kuningan atau kebiruan. Tubuh jamur tampak kasar, dan rapuh saat kering. Jamur karang berukuran tinggi 2 – 5 cm (0,8-2,0 inc) dan lebar 1 – 3 cm (0,4-1,2 inc). Cabang jamur tampak ramping dan agak pipih atau menyebarkan. Di bagian atas jamur bercabang atau memiliki jambul. Batang jamur pendek dan memiliki selaput dari miselia. jamur ini tidak berbau dan memiliki rasa manis kemudian agak pahit.[13]

jamur karang memiliki Spora berwarna gelap oranye-kuning. Spora berbentuk elips, dengan salah satu ujung miring; berdimensi 6 - 8 dari 4 - 4,5 mikrometer. Sel bantalan spora biasanya terdapat empat spora dan menempel pada sterigmata denagn pangjang dapat mencapai 7 mikrometer.[13]

Jamur ini penampilan hampir sama dengan Ramara invalii, tetapi spesies ini tidak memiliki noda ketika dipotong.

Macam jamur

Referensi

  1. ↑ NatureServe. "Phaeoclavulina abietina". NatureServe Explorer (dalam bahasa Inggris). Arlington, Virginia. Diakses tanggal 17 Mei 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Giachini AJ, Castellano MA (2011). "A new taxonomic classification for species in Gomphus sensu lato". Mycotaxon. 115: 183–201. doi:10.5248/115.183.
  3. ↑ "Ramaria abietina (Pers.) Quél. 1888". MycoBank. International Mycological Association. Diakses tanggal 2012-10-21.
  4. ↑ Persoon CH (1794). "Neuer Versuch einer systematischen Eintheilung der Schwamme". Neues Magazin für die Botanik Römer (dalam bahasa Latin). 1: 63–80.
  5. ↑ Sprengel C. (1827). Caroli Linnaei systema vegetabilium (dalam bahasa Latin). Vol. 4 (Edisi 16th). Göttingen, Germany: Sumtibus Librariae Dieterichianae. hlm. 495.
  6. ↑ Duby JE (1830). Botanicon gallicum. Vol. 2 (Edisi 2nd). Paris, France: Desray. hlm. 778.
  7. ↑ Schröter J. (1888). Kryptogamen-Flora von Schlesien (dalam bahasa Jerman). Vol. 3–1. Lehre, Germany: Cramer. hlm. 448.
  8. ↑ Quélet L. (1888). Flore mycologique de la France et des pays limitrophes (dalam bahasa Prancis). Paris, France: Octave Doin. hlm. 467.
  9. ↑ Trudell, Steve; Ammirati, Joe (2009). Mushrooms of the Pacific Northwest. Timber Press Field Guides. Portland, OR: Timber Press. hlm. 245. ISBN 978-0-88192-935-5.
  10. ↑ Cara Hidup Jamur[pranala nonaktif permanen]
  11. ↑ Daftar jamur liar di Taman Nasional Kerinci Seblat[pranala nonaktif permanen]
  12. ↑ Ciri-ciri jamur
  13. 1 2 3 Tylukti EE. (1987). Mushrooms of Idaho and the Pacific Northwest. Vol. 2. Non-gilled Hymenomycetes. Moscow, Idaho: The University of Idaho Press. hlm. 93–4. ISBN 0-89301-097-9.
  14. ↑ Montoya A, Hernández-Totomoch, Estrada-Torres A, Kong A, Caballero J. (2003). "Traditional Knowledge about Mushrooms in a Nahua Community in the State of Tlaxcala, México". Mycologia. 95 (5): 793–806. doi:10.2307/3762007. JSTOR 3762007.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  15. ↑ Jordan M. (2004). The Encyclopedia of Fungi of Britain and Europe. London, UK: Frances Lincoln. hlm. 89. ISBN 0-7112-2378-5.[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Phaeoclavulina abietina.
Dikarya
Ascomycota
Pezizomycotina
Leotiomyceta
Dothideomyceta
Sordariomyceta
Lain-lain
Saccharomycotina
Taphrinomycotina
Basidiomycota
Pucciniomycotina
Ustilaginomycotina
Agaricomycotina
Hymenomyceta
Lain-lain
Entorrhizomycota
Glomeromycota
Zygomycota
(parafiletik)
Mucoromycotina
Kickxellomycotina
Entomophthoromycotina
Lain-lain
(parafiletik)
Blastocladiomycota
Chytridiomycota
Olpidiomycetes
Microsporidia
Simbiosis: Lichenes (dengan Alga tertentu)


Ikon rintisan

Artikel bertopik Fungi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan