Selasa, 20 Oktober 2026
00:12 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Jam karet

Jam karet

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Jam.
250px-Salvador.Dali-Profile.of.Time.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salvador Dali "Profile of Time" dalam bentuk patung.

Jam karet adalah istilah yang merujuk kepada konsep "elastisitas" waktu, di mana sebuah waktu yang telah ditentukan bukan merupakan sesuatu yang pasti, melainkan sesuatu yang dapat dapat diundur (dianalogikan dengan direnggangkan seperti karet) sehingga lebih bersifat sebagai penanda suatu jangka masa yang berkisar pada waktu tersebut.

Istilah ini dapat digunakan untuk merujuk kepada sikap atau budaya seseorang, misalnya:

  • "Pejabat kita ... suka sekali menggunakan jam karet"[1]
  • "Kebiasaan jam karet tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara-negara Amerika Latin seperti Peru."[2]
  • "Ketika saya tanya kebudayaan apa yang menurut Anda terkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab: Jam Karet!"[3]

Referensi

  1. ↑ "Pejabat Masih Suka Jam Karet", Radar Banjarmasin, 5 Juni 2003. URL diakses pada 29 Maret 2007.
  2. ↑ "Peru Berjuang Keras Perangi “Jam Karet”" Diarsipkan 2007-09-27 di Wayback Machine, Sinar Harapan, 13 Februari 2007. URL diakses pada 29 Maret 2007.
  3. ↑ "Budaya Orang Indonesia Menurut Orang Jepang" Diarsipkan 2007-10-07 di Wayback Machine, Career Development Center Fakultas Teknik Universitas Indonesia. URL diakses pada 29 Maret 2007.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan