Selasa, 06 Oktober 2026
13:59 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Ja'i

tarian khas suku Ngada yang ditampilkan dalam ritus Sa'o Ngaza guna mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan.

Bagikan:

Ja'i merupakan tarian khas suku Ngada yang ditampilkan dalam ritus Sa'o Ngaza guna mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan.[1] Tarian ini biasa ditampilkan di tengah kampung; lokasi yang disakralkan sebagai tempat pemujaan.[1] Tarian Ja'i memiliki karakteristik gerak dan penggunaan ruang yang sedikit dalam bentuk barisan dan dilakukan secara berulang-ulang.[2] Sebagai tarian massal atau tarian komunal, keindahan dan daya pikat Ja'i terletak pada keseragaman, dan energi dari para penari.[3]

Alat Musik

Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian Ja'i adalah lima buah gong dan tiga buah tambur/gendang.[4] Pola bunyi dan tempo yang dihasilkan dari alat musik tersebut terdengar statis dan monoton.[4]

Rujukan

  1. 1 2 "Pergeseran Fungsi Tari Ja'i dari Ritual ke Profan di Kota Kupang" (PDF). hlm. 3.{{cite web}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  2. ↑ "Pergeseran Fungsi Tari Ja'i dari Ritual ke Profan di Kota Kupang" (PDF). hlm. 1.
  3. ↑ "Ja'i, Tarian Massal dari Perbatasan Timur Indonesia, Pecahkan Rekor MURI". 18 Februari 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-07. Diakses tanggal 2014-04-01.
  4. 1 2 "Pergeseran Fungsi Tari Ja'i dari Ritual ke Profan di Kota Kupang" (PDF). hlm. 4.
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan