Iwan Abdulrahman | |
|---|---|
| Lahir | Ridwan Armansyah 3 September 1946 (umur 80) |
| Nama lain | Abah Iwan |
| Pendidikan | Pertanian |
| Almamater | Universitas Padjajaran |
| Pekerjaan | |
| Masa aktif | 1958–sekarang |
| Pasangan menikah | Tetet Djanuarsih |
Ir. Ridwan Armansyah atau lebih dikenal dengan nama Iwan Abdulrachman (lahir 3 September 1946) adalah musikus dan pencipta lagu berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karya-karya yang dinyanyikan antara lain oleh grup Bimbo dan Vina Panduwinata. Atas prestasinya, dia menerima beberapa penghargaan, baik dari pemerintah Republik Indonesia maupun dari luar negeri.[1]
Latar belakang
Iwan Abdulrachman lahir dan besar di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pada awalnya, dia gemar mendaki gunung dan menjelajah rimba. Sejak kecil Iwan suka masuk hutan dan sangat aktif dalam organisasi kepanduan.[1] Petualangannya itu kemudian tertuang dalam sejumlah lagu bertema kecintaan alam. Awalnya Iwan pernah bergabung dengan Nada Melody (1958-1961), Aneka Nada (1961-1963) dan Aneka Nada Junior (1964). Iwan bukan saja dikenal sebagai penggubah lagu dan penyanyi, melainkan juga pesilat dan juga peterjun. Genre musik yang lebih banyak dipilih oleh Iwan Abdulrachman dalam bermusik adalah balada. Dia adalah pendiri kelompok musik Grup Pencinta Lagu (GPL) pada 1970.[2][3][4] Ia juga menciptakan beberapa lagu untuk Hymne Universitas dan Organisasi di Indonesia seperti Hymne Universitas IBA Palembang, Hymne Universitas Padjajaran, Hymne Universitas Mulawarman, Hymne Wanadri, Mars Wanadri, Hymne Siliwangi. Juga menciptakan lagu-lagu perjuangan mahasiswa seperti Mentari yang merupakan lagu aktivis kampus yang lahir di tengah gejolak politik saat kampus ITB, UNPAD dan kampus-kampus lainnya diduduki oleh ABRI sebagai buntut perlawanan dan penolakan mahasiswa terhadap kembalinya Soeharto sebagai Presiden RI di tahun 1978.[5][6][7] Lagu ini juga yang pernah membawa Abah Iwan memasuki jeruji besi di masa Orde Baru.[8][9] Lagu yang sama juga dikumandangkan saat Era Reformasi tahun 1998 oleh mahasiswa ITB. Lagu ini juga menjadi salah satu lagu tema Pekan Olahraga Nasional XIX dan Peparnas XV 2016.[10] Hingga sekarang lagu ini menjadi salah satu lagu wajib yang selalu dikumandangkan saat Orientasi Studi Mahasiswa di lingkungan Institut Teknologi Bandung.[5]
Karya
Di bawah ini memuat sebagian karya Iwan Abdulrachman
- Akar
- Anak Tarzan
- Anggrek Merah
- Angin November
- Api Unggun
- Balada Seorang Kelana
- Balada Seorang Prajurit
- Bulan Merah
- Burung Camar[6]
- Cerita Buat Oraang Yang Lupa
- Detik Hidup
- Doa (Januari Kelabu)
- Duha
- Flamboyant
- Harap Kau Tahu
- Hymne Siliwangi
- Jangan Bunuh Aku
- Jiwa Yang Tenang
- Kau
- Kau Memang Milikku
- Langit yang sepi
- Lembayung Senja
- Madah Rasul
- Mars Pengembara
- Mawar Terbiru
- Melati dari Jayagiri[11]
- Melati Putih
- Mentari[5][6]
- Musim Bunga
- Nada Yang Terbening
- Nyanyian Langit
- Pengembara
- Pohon Randu
- Prajurit Garuda
- Sejuta Kabut
- Senja di Bandung Utara
- Seribu Mil Lebih Sedepa
- Surat
- Tajam Tak Bertepi
- Tapak-tapak
- Tentara
- Tragedi
- Virgin in Bali
Penghargaan
- Anugerah Kebudayaan Republik Indonesia (2009)
- Satyalencana Wirakarya (2007)
- Warga Kehormatan Kopassus (1996)
- Kawakami Prize World Song di Tokyo, Jepang, untuk lirik lagu Burung Camar (1985)
Lihat pula
Referensi
- 1 2 Website resmi Taman Ismail Marzuki Diarsipkan 2015-04-02 di Wayback Machine, diakses 2 Maret 2015
- ↑ Kompas Kita: Iwan Abdurachman Diarsipkan 2015-04-02 di Wayback Machine, diakses 2 Maret 2015
- ↑ website pribadi Iwan Abdurachman, diakses 2 Maret 2015
- ↑ Last FM: Iwan Abrurachman, diakses 2 Maret 2015
- 1 2 3 ""Mentari" Lagu wajib Mahasswa ITB yang Membuatku Jatuh Hati". Enkanous. Diakses tanggal 2026-08-23.
- 1 2 3 Nurjannah, Siti (2017-09-23). "7 Lagu Abah Iwan yang Inspiratif dan Selalu Bikin Semangat". IDN Times. Diakses tanggal 2026-08-23.
- ↑ Heriyanto, Retno (2016-09-02). "Dibawah Lirik Iwan Abdulrahman". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2026-01-01.
- ↑ "Kunjungi Musisi Iwan Abdulrachman, Arfi-Yena Dengarkan Lagu 'Mentari' dengan Penuh Khidmat". Tribunjabar.id. Diakses tanggal 2026-08-23.
- ↑ "Orde Baru: Tentara duduki kampus hingga larangan baca buku Pram – Sejarah depolitisasi kampus dan NKK/BKK". BBC News Indonesia. 2025-05-15. Diakses tanggal 2026-08-23.
- ↑ antaranews.com (2016-08-01). "Album musik kompilasi PON 2016 diluncurkan". Antara News. Diakses tanggal 2026-08-23.
- ↑ Redaksi (2024-03-26). "56 Tahun "Melati dari Jayagiri", Abah Iwan Berlinang Air Mata | jakartasatu.com". Diakses tanggal 2026-08-23.
{{cite web}}:|last=memiliki nama generik
Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |