Senin, 02 November 2026
06:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Ismail Marahimin

seorang sastrawan Indonesia

Bagikan:
Ismail Marahimin
Lahir(1934-04-23)23 April 1934
Medan, North Sumatra
Meninggal26 Desember 2008(2008-12-26) (umur 74)
Jakarta, Indonesia
Karier kepenulisan
BahasaIndonesian
GenreFiction
Karya terkenalDan Perang Pun Usai
(And the War is Over)


Ismail Marahimin (23 April 1934- Jakarta – 12 April {{{8}}}) adalah salah satu tokoh sastra Indonesia yang terkenal dengan novel Dan Perang pun Usai.[1]

Sebagai sastrawan, nama Ismail Marahimin baru muncul pada tahun 1977 ketika Dewan Kesenian Jakarta mengumumkan karyanya Dan Perang pun Usai sebagai pemenang Sayembara Mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta. Menurut Ismail Marahimin, novel Dan Perang pun Usai sengaja ditulis untuk mengikuti sayembara tersebut dan merupakan satu-satunya novel yang ditulisnya. Novel Ismail Marahimin tersebut kemudian diterbitkan oleh Pustaka Jaya tahun 1979 dan beredar di pasaran tahun 1980.

Selain itu, karya Ismail Marahimin yang berjudul Dan Perang pun Usai juga dapat meraih Hadiah Sastra Pegasus, hadiah sastra yang disediakan oleh Mobil Oil Corporation. Dan Perang pun Usai juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul And the War is Over oleh John H. McGlynn dan kemudian diterbitkan oleh Lousiana State University Press tahun 1986.

Istri Ismail Marahimin adalah Be Hiang Nio alias Hiang Marahimin, seorang pakar kuliner yang juga wartawati senior majalah Femina.[2]

Rujukan

  1. ↑ Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2003). Ensiklopedia Sasatra Indonesia Modern. Bandung: Rosdakarya.
  2. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-03-13. Diakses tanggal 2017-03-12.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan