Sabtu, 31 Oktober 2026
20:28 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Rekayasawan kimia

Rekayasawan kimia

gelar profesi di bidang teknik

Bagikan:
330px-Colonne_distillazione.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekayasawan kimia merancang, membangun, dan mengoperasikan pabrik.
Bagian dari rangkaian pembahasan mengenai
Teknik Kimia
250px-Haber-Bosch-En.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prinsip dasar
Satuan proses
Aspek
Glosarium
Kategori

Rekayasawan kimia atau insinyur kimia adalah seorang profesional yang memiliki pengetahuan tentang kimia dan ilmu-ilmu dasar lainnya, yang bekerja terutama di industri kimia untuk mengubah bahan baku dasar menjadi berbagai macam produk, serta menangani perancangan dan pengoperasian pabrik serta peralatan.[1] Profesi ini menerapkan prinsip-prinsip teknik kimia dalam berbagai penerapan praktis, antara lain:

  1. Merancang, membangun, dan mengoperasikan pabrik serta mesin untuk proses kimia industri dan proses terkait ("rekayasawan proses kimia");
  2. Mengembangkan zat atau bahan baru maupun yang dimodifikasi untuk menghasilkan berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman, kosmetik, bahan pembersih, hingga bahan baku farmasi, serta banyak produk lainnya ("rekayasawan produk kimia");
  3. Mengembangkan teknologi baru, seperti sel bahan bakar, energi hidrogen, dan nanoteknologi, serta bekerja di bidang yang sepenuhnya atau sebagian berkembang dari teknik kimia, seperti ilmu material, teknik polimer, dan teknik biomedis. Hal ini juga dapat mencakup proyek geofisika, seperti yang berkaitan dengan sungai, batuan, dan penanda.

Gambaran umum

250px-Chemengg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekayasawan kimia menggunakan komputer untuk mengelola sistem otomatis di pabrik produksi.

Secara historis, rekayasawan kimia terutama berfokus pada teknik proses, yang secara umum dapat dibagi menjadi dua bidang yang saling melengkapi, yaitu teknik reaksi kimia dan proses pemisahan. Namun, disiplin teknik kimia modern kini mencakup jauh lebih luas daripada sekadar teknik proses. Rekayasawan kimia saat ini terlibat dalam pengembangan dan produksi berbagai macam produk, selain juga memproduksi bahan kimia komoditas maupun bahan kimia khusus. Produk-produk tersebut mencakup material berkinerja tinggi yang dibutuhkan untuk aplikasi di bidang biomedis, elektronik, kedirgantaraan, lingkungan, militer, dan otomotif. Contohnya meliputi serat berkekuatan sangat tinggi, kain, perekat, dan material komposit untuk kendaraan; material yang biokompatibel untuk implan dan prostesis; gel untuk aplikasi medis; produk farmasi; serta lapisan tipis dengan sifat dielektrik, optik, atau spektroskopi khusus yang digunakan pada perangkat optoelektronik.[2][3][4]

Selain itu, teknik kimia sering kali beririsan dengan biologi dan teknik biomedis.[2] Banyak rekayasawan kimia mengerjakan proyek-proyek di bidang biologi, seperti memahami biopolimer (misalnya protein) dan memetakan genom manusia.

Lihat pula

Topik terkait

Konsep terkait

Asosiasi

Referensi

  1. ↑ MobyDick Dictionary of Engineering, McGraw-Hill, 2nd Ed.
  2. 1 2 "Chemical Engineering". American Chemical Society (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 15 Agustus 2025. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  3. ↑ "What do Chemical Engineers Do?". AIChe (dalam bahasa Inggris). 5 Juni 2012. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  4. ↑ "What is Chemical Engineering?". Mechanical Engineering HQ (dalam bahasa American English). 29 Mei 2020. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.

Pranala luar

Cari tahu mengenai Rekayasawan kimia pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Definisi dan terjemahan dari Wiktionary
Gambar dan media dari Commons
Berita dari Wikinews
Kutipan dari Wikiquote
Teks sumber dari Wikisource
Buku dari Wikibuku


Ikon rintisan

Artikel bertopik teknik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan