Kamis, 29 Oktober 2026
10:48 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Insiden Panjdeh

Insiden Panjdeh

Bagikan:
330px-%D0%98%D0%BB%D0%BB%D1%8E%D1%81%D1%82%D1%80%D0%B0%D1%86%D0%B8%D1%8F_%D0%BA_%D1%81%D1%82%D0%B0%D1%82%D1%8C%D0%B5_%C2%AB%D0%9A%D1%83%D1%88%D0%BA%D0%B0%C2%BB._%D0%92%D0%BE%D0%B5%D0%BD%D0%BD%D0%B0%D1%8F_%D1%8D%D0%BD%D1%86%D0%B8%D0%BA%D0%BB%D0%BE%D0%BF%D0%B5%D0%B4%D0%B8%D1%8F_%D0%A1%D1%8B%D1%82%D0%B8%D0%BD%D0%B0_%28%D0%A1%D0%B0%D0%BD%D0%BA%D1%82-%D0%9F%D0%B5%D1%82%D0%B5%D1%80%D0%B1%D1%83%D1%80%D0%B3%2C_1911-1915%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Insiden Panjdeh

Insiden Panjdeh (Russian: Афганский кризис, Krisis Afganistan atau Бой за Кушку, Pertempuran Kushka) adalah sebuah pertempuran yang terjadi tahun 1885 ketika pasukan Rusia merebut teritori Afganistan diselatan Sungai Oxus disekitar sebuah oasis di Panjdeh. Kompetisi antara Rusia dan Britania Raya di Asia Tengah dan selatan menyebabkan terjadinya perang dingin virtual yang disebut Permainan yang Hebat.

Pasukan Afganistan berkemah di bagian barat Sungai Kushk, dengan pasukan Rusia di bagian timur. Pada tanggal 29 Maret 1885, pemimpin pasukan Rusia, Jendral Komarov, mengirim ultimatum meminta mereka mundur. Mereka menolak sehingga Rusia menyerang mereka pada pukul 3 pagi pada tanggal 30 Maret dan membuat mereka mundur sampai jembatan Pul-i-Khishti dengan kehilangan 600 pasukan. Insiden ini hampir membuat terjadinya perang antara Britania Raya dan Rusia.

Referensi

  • R.A.Johnson, The Penjdeh Incident, 1885 in Archives: The Journal of the British Records Association, volume XXIV, 100, (April 1999): 28-48.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan