Rabu, 04 November 2026
01:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Ingólfr Arnarson

Ingólfr Arnarson

pemukim Viking di Islandia

Bagikan:
Ini adalah sebuah nama Islandia. Nama terakhirnya adalah sebuah patronimik, bukan sebuah nama keluarga; tokoh ini biasa disebut dengan nama panggilannya, Ingólfur.
330px-Ingolf_by_Raadsig.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Ingolf tager Island i besiddelse karya Johan Peter Raadsig (1850).

Ingólfr Arnarson (dieja dengan menambahkan ⟨u⟩ di bahasa Islandia Modern: Ingólfur Arnarson [ˈiŋkoulvʏr̥ˈartnar̥sɔn]) beserta istrinya, Hallveig Frodesdatter, dan saudaranya, Chiorleif, adalah tokoh yang secara umum diakui sebagai pemukim Nordik permanen pertama di Islandia. Menurut tradisi, mereka mendirikan Kota Reykjavík pada tahun 874.[1]

Menurut Landnámabók (Kitab Permukiman Islandia), ia membangun rumah di tempat yang ia beri nama Reykjavík pada tahun 874 (meskipun temuan arkeologi menunjukkan bahwa upaya pemukiman di lokasi Reykjavik sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya). Periwayat Abad Pertengahan, Ari Thorgilsson, menyebutkan bahwa Ingólfr merupakan pemukim Nordik pertama di Islandia. Tapi ia juga menyebutkan bahwa "Papar"—biarawan Irlandia—telah datang di Islandia lebih dahulu. Ari Thorgilsson menulis bahwa para Papar pergi dari Islandia karena mereka tidak ingin tinggal bersebelahan dengan orang pagan Nordik.[2]

Landnámabók, yang ditulis sekitar dua hingga tiga abad setelah pemukiman awal Islandia, menyebutkan satu kisah panjang mengenai pemukiman Ingólfr. Ia diceritakan meninggalkan Norwegia setelah terlibat dalam pertikaian antarklan. Ingólfr mendengar bahwa ada sebuah pulau di Samudra Atlantik yang telah ditemukan oleh Garðar Svavarsson, Hrafna-Flóki Vilgerðarson, dan pelaut lainnya. Bersama dengan saudara tirinya Hjörleifr Hróðmarsson, Ingólfr berlayar menuju Islandia. Ketika ia mulai melihat daratan, ia melempar pilar singgasananya (sebuah tanda bahwa Ingólfr adalah seorang kepala suku) ke luar kapal dan bersumpah untuk bermukim di pesisir manapun para dewa menggiring pilar tersebut. Dua orang budaknya mencari pilar tersebut di sepanjang pesisir selama tiga tahun sebelum akhirnya menemukannya di sebuah teluk kecil yang kemudian diberi nama Reykjavík, yang berlokasi di sisi barat daya Islandia.[3]

Sementara itu, Hjörleifr telah mati dibunuh oleh budak Irlandianya akibat perlakuannya yang semena-mena. Ingólfr memburu dan membunuh mereka di Vestmannaeyjar (Kepulauan Vestmann). Kepulauan tersebut diberi nama dari kejadian itu. Vestmenn (orang barat) adalah nama yang digunakan oleh orang Nordik untuk menyebut orang Irlandia. Ingólfr diceritakan telah membuat permukiman luas di Islandia barat daya tetapi selain dari pemukimannya itu, tidak ada hal lain yang diketahui soal dirinya. Putranya, Torstein (Þorsteinn Ingólfsson), adalah seorang kepala suku besar yang dikisahkan mendirikan thing (parlemen) pertama di Islandia yang menjadi pendahulu Althingi, parlemen Islandia modern.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Ingólfur Arnarson - The First Icelander". sagamuseum.is. Diakses tanggal 2016-01-20.
  2. ↑ "Ingolfr Arnarson". nrk.no. Diakses tanggal 2016-01-20.
  3. ↑ Jon Gunnar Jørgensen. "Ingólfr Arnarson Bjǫrnólfsson Ingolv Ørnss". Norsk biografisk leksikon. Diakses tanggal 2016-01-20.
  4. ↑ "Ingólfr Arnarson". Store norske leksikon. Diakses tanggal 2016-01-20.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan