Jumat, 02 Oktober 2026
00:25 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Indikator universal

Indikator universal

Bagikan:
250px-Universal_indicator_paper.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rol kertas indikator universal
250px-Skala_boja_2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Warna-warna indikator universal

Indikator universal adalah indikator pH berisi larutan dari beberapa senyawa yang menunjukkan beberapa perubahan warna yang halus pada rentang pH antara 1-14 untuk menunjukkan keasaman atau kebasaan larutan. Meskipun secara komersial tersedia beeberapa indikator universal, sebagian besar variasi formula dipatenkan oleh Yamada pada tahun 1933.[1] Perincian paten dapat ditemukan pada Chemical Abstracts.[2]

Percobaan dengan indikator universal Yamada juga dijelaskan dalam Journal of Chemical Education.[3]

Suatu indikator universal biasanya terdiri dari air, 1-propanol, garam natrium fenolftalein, natrium hidroksida, metil merah, garam mononatrium bromotimol biru, dan garam mononatrium timol biru.[4] Warna-warna yang menandakan pH larutan, setelah ditambahkan indikator universal adalah:

Rentang pH Keterangan Warna
< 3 Asam kuat Merah
3-6 Asam lemah Jingga/Kuning
7 Netral Hijau
8-11 Basa lemah Biru
> 11 Basa kuat Ungu/violet

Warna dari kuning hingga merah menunjukkan larutan asam, warna biru muda hingga biru tua menandakan basa, dan warna hijau menunjukkan bahwa larutan tersebut netral.

Komponen indikator universal
Indikator Warna pada pH rendah Rentang pH transisi Warna pada pH tinggi
Timol biru (transisi pertama) Merah 1,2 – 2,8 Kuning
Metil merah Merah 4,4 – 6,2 Kuning
Bromotimol biru Kuning 6,0 – 7,6 Biru
Timol biru (transisi kedua) Kuning 8,0 – 9,6 Biru
Fenolftalein Tak berwarna   8,3 – 10,0 Fuchsia

Tersedia juga kertas indikator universal dengan warna yang berbeda untuk pH dari 1 hingga 14. Pencocok warna disediakan bersama dengan kertas uji yang dibeli.

Macam-macam indikator universal

250px-Universal_Indicator_test_for_a_Basic_solution.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perubahan warna indikator universal setelah dicelupkan ke dalam larutan basa NaOH
250px-Universal_Indicator_Test_Kit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Test-kit indikator universal
250px-Neutral_Solution.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perubahan warna indikator universal setelah dicelupkan ke dalam larutan netral.

Indikator universal adalah kumpulan campuran indikator yang menunjukkan perubahan warna dalam larutan, yang menginterpretasikan larutan tersebut asam atau basa. Indikator universal dapat berbentuk kertas maupun larutan.[5]

  • Kertas: Berupa lembaran (strip) kertas berwarna yang berubah warna menjadi merah jika larutan bersifat asam dan biru juka larutan bersifat basa. Strip dapat diletakkan langsung di atas permukaan yang basah atau beberapa tetes larutan diteteskan di atas indikator universal menggunakan alat penetes (pipet). Jika larutan uji berwarna gelap, disarankan menggunakan indikator universal berbentuk kertas.
  • Larutan: Komponen utama larutan indikator universal adalah timol biru, metil merah, bromotimol biru dan fenolftalein. Campuran ini sangat penting karena, masing-masing komponen, kehilangan atau mendapatkan elektron bergantung pada keasaman atau kebasaan larutan yang akan diuji. Indikator universal jenis ini paling layak digunakan untuk larutan tak berwarna, sehingga dapat meningkatkan akurasi pengujian

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Jap. Pat. 99,664, Feb 21, 1933
  2. ↑ Chem Abstr, 28, 2258 (1934)
  3. ↑ For a discussion of these experiments, as well as recipes for Yamada and other universal indicators, see Foster, L. S.; Gruntfest, I. J. (1937). "Demonstration experiments using universal indicators". Journal of Chemical Education. 14 (6): 274. doi:10.1021/ed014p274.
  4. ↑ "Universal Indicator Diarsipkan 2006-09-25 di Wayback Machine.". ISCID Encyclopedia of Science and Philosophy.
  5. ↑ Walker, Denise (2007). Acids and alkalis (Edisi 1). London: Evans. hlm. 13. ISBN 0-237-53002-3.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan