Rabu, 30 September 2026
18:06 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
India Denmark

India Denmark

Bekas pemukiman dan pos perdagangan Denmark dan Norwegia di anak benua India

Bagikan:
India Denmark
Dansk Ostindien
1620–1869
Bendera India Denmark
Permukiman Denmark di India
Permukiman Denmark di India
StatusPerusahaan Hindia Timur Denmark (1620-1777)
Koloni Denmark-Norwegia (1777-1814)
Koloni Denmark (1814-1869)
Ibu kotaBenteng Dansborg
Bahasa umumDenmark, Tamil, Hindustan, Bengali
Raja Denmark (dan Norwegia hingga 1814) 
• 1588-1648
Christian IV
• 1863-1906
Christian IX
Gubernur 
• 1620-1621
Ove Gjedde
• 1673-1682
Sivert Cortsen Adeler
• 1759-1760
Christian Frederik Høyer
• 1788-1806
Peter Anker
• 1825-1829
Hans de Brinck-Seidelin
• 1841-1845
Peder Hansen
Sejarah 
• Didirikan
1620
• Dibubarkan
1869
Mata uangRupee India Denmark
Didahului olehDigantikan oleh
ksrKekaisaran
Mughal
Kekuasaan EIC di India
krjKerajaan
Britania
Sekarang bagian dari India

India Denmark adalah istilah untuk bekas koloni Denmark (dan hingga tahun 1814 Denmark-Norwegia) di India. Koloni Denmark meliputi kota Tranquebar di Tamil Nadu, Serampore di Benggala Barat, dan Kepulauan Nikobar.

Seluruh koloni Denmark pada akhirnya diambil alih oleh Britania Raya. Serampore dijual ke Britania pada tanggal 1839, Tranquebar pada tahun 1845, dan Kepulauan Nikobar pada 16 Oktober 1869.

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan