Minggu, 27 September 2026
20:11 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Mineral indeks

Mineral indeks digunakan dalam geologi untuk menentukan derajat metamorfisme yang dialami oleh batuan. Hal ini bergantung pada komposisi asal serta tekanan dan temperatur yang dialami oleh protolith (batuan induk). Reaksi kimia antar mineral dalam keadaan solid menghasilkan mineral - mineral jenis baru. Ketika mineral indeks ditemukan di batuan metamorf, hal itu mengindikasikan tekanan dan temperatur minimum yang protolith harus alami untuk dapat menyebabkan mineral tersebut terbentuk. Semakin tinggi tekanan dan temperatur yang membentuk batuan, semakin tinggi derajat batuan.

Konsep ini ditemukan pada tahun 1912, ketika G.M. Barrow memetakan zona - zona metamorfisme di bagian selatan skotlandia. Setiap zona dinamakan berdasarkan mineral indeks yang muncul didalamnya. Contohnya, zona klorit dinamakan karena adanya klorit.

Zona - zona mineralogi

Batulumpur, sebuah batuan sedimen berbutir halus yangsering mengandung mineral - mineral kaya alumunium, memproduksi mineral - mineral berikut setelah termetamorfosis, dengan urutan dari derajat rendah hingga tinggi sebagai berikut:[1]

  • Zona klorit: kuarsa, klorit, muskovit dan albit.
  • Zona biotit: kuarsa, muskovit, biotit, klorit dan albit.
  • Zona garnet: kuarsa, muskovit, biotit, garnet, Na plagioklas.
  • Zona staurolit: kuarsa, muskovit, biotit, garnet, staurolit, plagioklas.
  • Zona kyanit: kuarsa, muskovit, biotit, garnet, kyanit, plagioklas, +/- staurolit.
  • Zonna silimanit: kuarsa, muskovit, biotit, garnet, silimanit, plagioklas

Referensi

  1. ↑ Blatt, Harvey and Robert J. Tracy, Petrology, Freeman, 1996, 2nd ed., p. 375 ISBN 0-7167-2438-3


Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan