Kamis, 01 Oktober 2026
03:48 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Imperatif

Imperatif

halaman disambiguasi Wikimedia

Bagikan:
250px-Immanuel_Kant_portrait_c1790.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Immanuel Kant berpendapat juga tentang imperatif

Imperatif berasal dari kata bahasa Latin imperare yang artinya adalah memerintah.[1][2] Bahasa etika tingkat praktis sering kali menggunakan pola-pola imperatif, yang dinyatakan dengan tujuan positif atau tujuan negatif dan diungkapkan secara singular atau universal.[1] Banyak imperatif yang memiliki sifat hipotetis. Immanuel Kant berpendapat bahwa di samping imperatif hipotesis, etika memerlukan dan memperlihatkan juga suatu bentuk Imperatif kategoris.[1] Apakah ada bentuk imperatif kategoris atau tidak yang mengikat kita tanpa adanya syarat.[1] Hal itu harus diserahkan kepada putusan penafsir untuk menafsirkan maksudnya.[1] Namun bahwa kebanyakan bentuk analisis kontemporer mengubah imperatif etis menjadi sebagai hipotetis dan prudensial atau bijaksana (jika ingin sukses, naikkan harga dan jangan turunkan harga), hipotetis dan aproatori (jika anda jujur, saya akan senang), atau hipotetis dan disprobatori (jika anda bohong, anda akan dihukum).[1] Oswalt berbicara tntang imperatif energi yang rupanya bagi dia terletak di dasar etika maupun semua kegiatan praktis.[1]

Kata

Kata kerja imperatif (perintah) dibentuk oleh akhiran -kan, -i, dan partikel -lah. Seperti pastikan, hindari, jadilah.[3]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Lorens Bagus (1996). Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia. hlm. 331.
  2. ↑ Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 1997. hlm. 374.
  3. ↑ Suherli, dkk. (2017). Bahasa Indonesia Kelas XI. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ISBN 987-602-427-098-8.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: awalan tidak validPemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan