Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus. Cari sumber: "Ichwan Persada" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Ichwan Persada | |
|---|---|
| Lahir | Ichwan Persada |
| Pekerjaan | Produser |
| Masa aktif | 2003 - sekarang |
Ichwan Persada, pria kelahiran Makassar 34 tahun silam ini berduet bersama Marcella Zalianty memproduseri Batas (film) (rilis di bioskop Mei 2011). Lantas memproduseri film dokumenter Cerita Dari Tapal Batas[1][2] yang menembus nomine Film Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia 2011 dan Official Selection Aljazeera International Documentary Film Festival 2012[3]. Film ketiganya yang berjudul Orenji[4] melakukan pengambilan gambar di 4 kota di Jepang dan direncanakan beredar di bioskop tahun ini.
Jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ini juga terlibat dalam pengembangan skenario film Rumah di Seribu Ombak yang meraih penghargaan Skenario Terbaik pada Festival Film Indonesia 2012.[5][6]
Kini Ichwan tengah mempersiapkan 3 film sekaligus: sebuah film antologi dengan 7 kisah di dalamnya yang berlokasi sepenuhnya di Makassar, sebuah film drama horor dan film dokumenter panjang tentang legenda sepak bola asal Makassar, Ramang.
Film SOLATA yang "Mendunia"
Film independen Indonesia Solata dengan tagline “Teman Adalah Keluarga yang Kita Pilih” kembali mencatat prestasi di kancah internasional. Film garapan sutradara sekaligus produser Ichwan Persada ini meraih Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism dalam Golden FEMI Film Festival di Sofia, Bulgaria. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ichwan pada 6 Juni 2026, didampingi produser pelaksana Irfan Syam dan Duta Besar RI untuk Bulgaria, Albania, serta Makedonia Utara, Listiana Operananta. Setelah mendapat sambutan positif di Eropa, Tim Solata melanjutkan tur promosi ke lima kota di empat negara Eropa Timur, yaitu Sofia, Bratislava, Budapest, Ankara, dan Istanbul.[7]
Di Bratislava dan Budapest, pemutaran khusus film ini digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia dan mendapat respons hangat dari masyarakat setempat maupun diaspora Indonesia. Ichwan mengaku tersentuh melihat antusiasme penonton. Seorang sinematografer di Bratislava bahkan tertarik untuk memproduksi film di Indonesia, sementara perwakilan UNESCO Artist For Peace di Budapest mengaku terbawa emosi karena kisah dalam Solata mengingatkannya pada sang putra. Bagi Ichwan, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa film mampu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya melalui cerita serta visual yang bersifat universal. Tur Eropa tersebut tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan sinema Indonesia, tetapi juga membuka peluang kolaborasi internasional. Tim Solata telah menjajaki kerja sama dengan Bulgaria Film Center, Slovakia Film Commission, dan Ankara Bilim University. Pertemuan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi proyek produksi bersama antarnegara yang ditargetkan terealisasi paling lambat tahun berikutnya.[7]
Setelah meraih penghargaan di Golden FEMI Film Festival, Solata juga didaftarkan untuk berkompetisi di Tirana International Film Festival di Albania. Festival tersebut termasuk salah satu ajang yang menjadi jalur kualifikasi menuju Oscar. Jika berhasil meraih prestasi di sana, peluang Solata untuk melangkah lebih jauh dan menjadi salah satu film yang mewakili Indonesia di ajang Academy Awards tahun berikutnya akan semakin terbuka.[7] Tahun 2026, dalam kuartal terakhir, film Solata telah dijadwalkan diputar pada Festival Film Praha ASEAN+3 di Amman, Yordania, lalu dijadwalkan melanjutkan tur internasional ke sejumlah negara lainnya.[8]
Setelah sebelumnya hadir di Yordania yang mendapatkan support penuh dari Kedubes RI di Amman[9], film Solata yang dibintangi Rendy Kjaernett, Rachel Natasya, dan Fhail Firmansyah kembali mendapat kesempatan tampil dalam ajang film internasional. Kali ini, film tersebut dijadwalkan mengikuti "ASEAN Plus Three Film Festival" yang berlangsung di Praha, Ceko, pada 7–14 September. Film yang merupakan debut Ichwan Persada sebagai sutradara film panjang ini mendapat perhatian khusus karena menjadi salah satu film yang ditonjolkan dalam penyelenggaraan festival. Bahkan, salah satu adegan dalam film tersebut digunakan sebagai latar poster resmi ASEAN Plus Three Film Festival[10].
Filmografi
| Film | Tahun | Sebagai |
|---|---|---|
| Batas (film) | 2012 | Associate Producer |
| Cerita Dari Tapal Batas | 2012 | Producer |
| Rumah di Seribu Ombak | 2012 | Pengembang Skenario |
| Cinta/Mati | 2013 | Associate Producer |
| Hijabers in Love | 2014 | Produser |
| Silariang: Cinta yang (Tak) Direstui | 2018 | Produser |
| Solata | 2024 | Sutradara/Pengembang Skenario |
Festival dan Penghargaan
| Festival | Tahun | Penghargaan | Hasil |
|---|---|---|---|
| Festival Film Indonesia | 2011 | Film Dokumenter Terbaik | Nominasi |
| Aljazeera International Film Festival | 2012 | Medium Documentary | Official Selection |
| Piala Maya | 2012 | Film Dokumenter Terpilih | Nominasi |
| Golden FEMI di Sofia, Bulgaria | 2026 | Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism | Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism[11] |
Pranala luar
- (Indonesia) Profil Diarsipkan 2013-04-06 di Wayback Machine. di IndonesianFilmCenter.com
- (Indonesia) Profil di KapanLagi.com
- (Indonesia) Ichwan Persada Galang Dana Untuk Legenda Bola Indonesia di KapanLagi.com
- (Indonesia) Ichwan Persada: Cari Film Pendek Dari Indonesia Timur di KapanLagi.com
- (Indonesia) Ichwan Persada: Meraba Indonesia Melalui Nonton Bareng di KapanLagi.com
- ↑ "Cerita dari tapal batas / sebuah karya dari Wisnu Adi ; produser, Ichwan Persada". OPAC Perpusnas. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
- ↑ ""Cerita dari Tapal Batas", Kisah Miris dari Perbatasan". Beritasatu. 23 Oktober 2011. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
{{cite web}}:|first=tidak memiliki|last= - ↑ Nugroho, Adi Abbas (3 Juli 2012). "'CERITA DARI TAPAL BATAS' Dianggap Seksi Publik Mancanegara". Kapanlagi. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
- ↑ Putra, Mahardi Eka (1 Maret 2012). "Film 'ORENJI': Budget Terbatas, Kualitas Maksimal". Kapanlagi. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
- ↑ "Rumah di Seribu Ombak". Festival Film Indonesia. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
- ↑ "RUMAH DI SERIBU OMBAK Screening & Diskusi bersama Erwin Arnada". Minikino. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
- 1 2 3 "Film Solata sukses raih penghargaan di Bulgaria, target piala Oscar". Antaranews. 7 Juli 2026. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
- ↑ Pranata, Aan (31 Juli 2026). "Film Solata Karya Sineas Makassar Bersinar di Luar, Raih Penghargaan Internasional". IDN Times. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
- ↑ Yusri, Andi Arfan (24 Agustus 2026). "Film SOLATA akan Kembali Berkiprah di Festival Film Cekoslowakia". RRI. Diakses tanggal 24 Agustus 2026.
- ↑ "Setelah Yordania, Film Solata Kembali Berkiprah di Festival Film Cekoslowakia". SINDO Makassar. 23 Agustus 2026. Diakses tanggal 24 Agustus 2026.
{{cite web}}:|first=tidak memiliki|last= - ↑ "Indonesian Film 'Solata' Wins Award at Golden FEMI Bulgaria". Tempo (dalam bahasa English). 9 Juni 2026. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
{{cite web}}:|first=tidak memiliki|last=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)