Selasa, 27 Oktober 2026
04:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Ibnu al-Mu'tazz

Bagikan:
Abdullah
Ibnu al-Mu'tazz
Nasabbin Al-Mu'tazz
Nisbahal-'Abbasi
KebangsaanAbbasiyah
EtnisArab
PekerjaanKhalifah, Sastrawan
Minat utamaBahasa Arab
KaryaAl-Badi'

Abu al-'Abbas Abdullah bin Al-Mu'tazz Billah (bahasa Arab:أبو العباس عبد الله بن المعتز بالله) (lahir di Samarra, 247 H/861, wafat di Bagdad, 296 H/909) merupakan khalifah di Kekhalifahan Abbasiyah, namun kekuasannya hanya berlangsung selama satu hari satu malam. Ia dikenal sebagai sastrawan dan penyair.

Kehidupan

Setelah khalifah sebelumnya, al-Muktafi, dikurung selama beberapa bulan di kamarnya, terjadi konspirasi yang menyangkut masa depan khilafah. Dari 2 calon, adik al-Muktafi yang disukai khalifah dan Ibnu al-Mu'tazz yang baru berusia 13 tahun, akhirnya dipilih al-Muqtadir, adik al-Muktafi. Ibnu al-Mu'tazz lebih dikenal bukan sebagai tokoh politik, tetapi sebagai seorang penyair Arab terkemuka dan penulis Kitab al-Badi, studi awal bentuk puisi Arab. Karyanya sebagai salah satu karya paling awal dalam teori dan kritik sastra Arab.

Lahir sebagai salah satu keturunan Harun Al-Rasyid, Ibnu al-Mu'tazz memiliki masa kecil yang tragis dalam tipu daya kehidupan istana kekhalifahan Abbasiyah. Kakeknya, Khalifah al-Mutawakkil, dibunuh ketika Ibnu al-Mu'tazz baru berusia enam minggu, dan delapan tahun kemudian ayahnya, Khalifah al-Mu'tazz juga dibunuh. Ia terhindar pembersihan istana dengan melarikan diri ke Mekah bersama neneknya.

Karya

  1. Thabaqat asy-Syu'ara`
  2. Al-Badi'
  3. Fushul at-Tamatsil

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan