Sabtu, 10 Oktober 2026
15:50 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Abdurrahman bin Muljam

Abdurrahman bin Muljam

Bagikan:
Abdurrahman bin Muljam
al-Murādiy
250px-Ibn_Muljam.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meninggal661
Dakwaan pidana
Pembunuhan
Hukuman
Hukuman mati
Rincian
KorbanAli bin Abi Thalib
TanggalJanuari 661 (661-01)
Tewas1
SenjataPedang beracun

Abdurrahman bin Muljam al-Muradiy (bahasa Arab:عبد الرحمن بن مُلْجَم المرادي) atau Ibnu Muljam adalah seorang penganut Khawarij yang dikenal karena membunuh Ali bin Abi Thalib, Khalifah Kekhalifahan Rasyidin keempat.

Rencana pembunuhan

Beberapa pemuka Khawarij bertemu di Mekah dan membahas Pertempuran Nahrawan tahun 659, di mana ratusan rekan mereka dibunuh oleh pasukan Ali, setelah membelot dari tentara Ali. Mereka sepakat untuk membunuh tiga pemimpin Islam: Ibnu Muljam akan membunuh Ali, al-Hujjaj al-Tamimi akan membunuh Muawiyah, dan Amr bin Bakar al-Tamimi akan membunuh Amr bin Ash. Upaya pembunuhan itu terjadi secara bersamaan saat ketiga pemimpin itu datang untuk menjadi imam Salat Subuh berjamaah di kota Kufah, Damaskus dan Fustat. Caranya adalah dengan keluar dari saf jamaah dan menyerang sasaran dengan pedang beracun.[1]

Pembunuhan Ali

Artikel utama: Pembunuhan Ali

Pada tanggal 26 Januari 661, saat salat di Masjid Agung Kufah, Ali diserang oleh Abdurrahman bin Muljam. Ia terluka oleh pedang beracun Ibnu Muljam saat sedang sujud.[2] Penanganan medis untuk Ali dilakukan oleh Atsir bin Amru As-Sakuni, seorang dokter terkemuka; tetapi, Ali meninggal karena terluka parah pada 28 Januari 661.[3]

Tiga hari kemudian, putra Ali, Hasan bin Ali, melakukan eksekusi mati terhadap Ibnu Muljam.[4][5]

Referensi

  1. ↑ Cook, David (Januari 15, 2007). Martyrdom in Islam. Cambridge University Press. hlm. 54–55. ISBN 978-0521615518.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Tabatabai 1977, hlm. 192
  3. ↑ As-Sallabi, Ali Muhammad. "Biography of Ali Ibn Abi Talib".
  4. ↑ "The End Of Ibn Muljim And His Cohorts". Maaref-foundation.com. Diakses tanggal 2019-01-29.
  5. ↑ "Death of Ali". Ismaili.net. Diakses tanggal 2019-01-29.

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan