| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 29 November 978 Kordoba |
| Kematian | 4 Februari 1071 Xàtiva |
| Data pribadi | |
| Agama | Islām |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Ulum hadis, genealogi, sejarah Islam dan Fikih |
| Pekerjaan | muhaddits,teolog,pakar ilmu hukum,sastrawan,penulis,sejarawan,ulama,Qadi,peneliti |
| Dipengaruhi oleh | |
| Karya kreatif | |
Karya terkenal
| |
Ibnu Abdil Barr (bahasa Arab:ابن عبدالبر) adalah ulama Ahlussunnah terkenal, ahli hadits, ahli fikih, ahli genealogi dan sejarah dari mazhab Maliki yang berasal dari Spanyol Islam. Ia menjabat sebagai hakim kota Lisbon dan Santarém (sekarang di Portugal). Ibnu Abdil Barr yang secara lengkap bernama Abu Umar Yusuf bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul-Barr bin Ashim al-Namari al-Andalusi al-Qurthubi al-Maliki dilahirkan pada tahun 368 H / 978 M di Cordoba dan wafat pada 2 Desember 1071(1071-12-02) (umur 93) di Xàtiva, Al-Andalus.[1][2]
Kehidupan
Meskipun pada awalnya ia merupakan pengikut mazhab fikih Zahiri, Ibnu Abdil Barr kemudian beralih ke mazhab Maliki, yang merupakan mazhab yang dipakai secara resmi oleh dinasti Umayyah, tempat di mana ia tinggal. Ia pergi dari daerahnya. Ia berada di kawasan barat Andalusia kemudian pindah ke kawasan timur Andalusia dan bermukim di Daniah, Valencia dan Syatibah, tempat ia meninggal dunia."
Pandangan Ulama
Al-Humaidi mengatakan, "Abu Umar bin Abdil Barr adalah seorang ahli fikih, Al-Hafizh, ulama yang banyak meriwayatkan hadits, mengetahui macam-macam bacaan Al-Qur'an dan khilaf ulama, mengetahui ilmu hadits beserta para perawinya dan menguasai ilmu sejarah. Dalam bidang fikih, ia condong ke Madzhab Asy-Syafi'i."[3]
Abu Ali Al-Hassani mengatakan, "Di daerah kami tidak ada orang yang menguasai hadits seperti Qasim bin Muhammad dan Ahmad bin Khalid Al-Habbab kecuali Ibnu Abdil Barr, ia tidak berada di bawah keduanya dan tidak pula tertinggal olehnya. Ia berasal dari daerah An-Namr bin Qasith, mencari ilmu dan terus bersama dengan seorang ahli fikih, Abu Umar Ahmad bin Abdil Malik dan Abu Al-Walid bin Al-Fardhi. Ia terus belajar ilmu hadits dan merasa tertarik dengannya sehingga mencapai hasil yang gemilang dalam bidang hadits dan melebihi orang-orang Andalusia sebelumnya.
Adz-Dzahabi mengatakan, "Ia mencari ilmu setelah tahun 390 Hijriyah dan masih sempat berguru kepada ulama-ulama besar pada masa itu. Umumya sangat panjang dan sanad yang ia punyai sangat banyak. Murid-murid banyak berdatangan kepadanya. Kegiatannya adalah mengumpulkan ilmu, menyusun karya, meneliti mana sanad yangtsiqah dan mana sanad yang dhaif. Kitab-kitab karyanya sangat banyak dan keilmuarurya telah diakui oleh para ulama pada masa itu. Ia tidak sempat berguru kepada ayahnya, Imam Abu Muhammad karena ayahnya meninggal lebih dahulu pada tahun 308 Hijriyah.Ia adalah seorang ahli fikih, ahli ibadah dan ahli tahajud. Ia hidup selama 50 tahun, belajar fikih kepada At-Tajibi dan berguru kepada Ahmad bin Matraf dan seorang ahli sejarah, Abu Umar bin Hazm.
Ia juga mempelajari sunan Abi Dawud dari Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad bin Abdil Mukmin dengan sanad dari Ibnu Dassah. Abu Muhammad juga meriwayatkan hadits kepadanya dari riwayat Ismail bin Muhammad Ash-shaffar, mengajarkan kepadanya kitab An-Nasikh wa Al-Mansukh karya Abu Dawud dengan sanad dari Abu Bakar An-Najjad dan meriwayatkan kepadanya Musnad Ahmad bin Hambal dengan riwayat dari Al-Qathi'i."
Karyanya
Adz-Dzahabi mengatakan, "Abu Umar bin Abdil Barr mempunyai kitab Al-Kafi fi Madzhabi Malik sebanyak lima belas jilid, Al-Iktifa'fi Qira'ati Nafi' wa Abi Amr, At-Taqashshifi lkhtishar Al-Muwaththa', Al-Imba' 'an Qaba'il Ar-Ruwat, Al-Intiqa' li Madzahib Ats-Tsalahtsah Al-Ulama' Malik, wa Abi Hanifah wa Asy-Syaf i, Al-Bayan fi Tilawati Al-Qur'an, Al-Ajwibah At-Mu'ibah, Al-Kuna, Al- Maghazi, Al-Qashd wa Al-Umam fi Nasab Al-'Arab wa Al- Ajam, Asy-Syawahid fi Itsbat Khabar Al-wahid, Al-Inshaf fi Asma'illah, Al-Faraidh dan Asy'ar Abi Al-'Atahiyyah.[3]
Kematian
Ibnu Abdul Barr wafat di Syatibah pada malam Jumat akhir Rabiul Akhir tahun 463 H / 1071 M di usia 93 tahun.
Rujukan
- ↑ Manuela Marín Niño: La obra genealógica de Ibn 'Abd al-Barr. Actas de las Jornadas de Cultura Árabe e Islámica (1978), Madrid 1981, ISBN 84-7472-029-X, hal. 205-230
- ↑ Der Herausgeber seines Istiḏkār hat die Werktitel in der Einleitung, Bd. 1, S. 42–72 zusammengestellt; Carl Brockelmann: Geschichte der arabischen Litteratur. Band 1, S. 455–456. Brill, Leiden 1943
- 1 2 Farid, Syaikh Ahmad (2006). 60 Biografi Ulama Salaf. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar. ISBN 9795923692