Selasa, 03 November 2026
19:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Ibnu Abdil Barr

Ibnu Abdil Barr

Ilmuwan Muslim di bidang fikih, genealogi, dan sejarah

Bagikan:
Infobox orangAl-Imam (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Ibnu Abdil Barr
rahimahullah Suntingan nilai di Wikidata
330px-%D8%A7%D8%A8%D9%86_%D8%B9%D8%A8%D8%AF_%D8%A7%D9%84%D8%A8%D8%B11.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Biografi
Kelahiran29 November 978 Suntingan nilai di Wikidata
Kordoba Suntingan nilai di Wikidata
Kematian4 Februari 1071 Suntingan nilai di Wikidata (92 tahun)
Xàtiva Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslām Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiUlum hadis, genealogi, sejarah Islam dan Fikih Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanmuhaddits,teolog,pakar ilmu hukum,sastrawan,penulis,sejarawan,ulama,Qadi,peneliti Suntingan nilai di Wikidata
Dipengaruhi oleh
Karya kreatif

Ibnu Abdil Barr (bahasa Arab:ابن عبدالبر) adalah ulama Ahlussunnah terkenal, ahli hadits, ahli fikih, ahli genealogi dan sejarah dari mazhab Maliki yang berasal dari Spanyol Islam. Ia menjabat sebagai hakim kota Lisbon dan Santarém (sekarang di Portugal). Ibnu Abdil Barr yang secara lengkap bernama Abu Umar Yusuf bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul-Barr bin Ashim al-Namari al-Andalusi al-Qurthubi al-Maliki dilahirkan pada tahun 368 H / 978 M di Cordoba dan wafat pada 2 Desember 1071(1071-12-02) (umur 93) di Xàtiva, Al-Andalus.[1][2]

Kehidupan

Meskipun pada awalnya ia merupakan pengikut mazhab fikih Zahiri, Ibnu Abdil Barr kemudian beralih ke mazhab Maliki, yang merupakan mazhab yang dipakai secara resmi oleh dinasti Umayyah, tempat di mana ia tinggal. Ia pergi dari daerahnya. Ia berada di kawasan barat Andalusia kemudian pindah ke kawasan timur Andalusia dan bermukim di Daniah, Valencia dan Syatibah, tempat ia meninggal dunia."

Pandangan Ulama

Al-Humaidi mengatakan, "Abu Umar bin Abdil Barr adalah seorang ahli fikih, Al-Hafizh, ulama yang banyak meriwayatkan hadits, mengetahui macam-macam bacaan Al-Qur'an dan khilaf ulama, mengetahui ilmu hadits beserta para perawinya dan menguasai ilmu sejarah. Dalam bidang fikih, ia condong ke Madzhab Asy-Syafi'i."[3]

Abu Ali Al-Hassani mengatakan, "Di daerah kami tidak ada orang yang menguasai hadits seperti Qasim bin Muhammad dan Ahmad bin Khalid Al-Habbab kecuali Ibnu Abdil Barr, ia tidak berada di bawah keduanya dan tidak pula tertinggal olehnya. Ia berasal dari daerah An-Namr bin Qasith, mencari ilmu dan terus bersama dengan seorang ahli fikih, Abu Umar Ahmad bin Abdil Malik dan Abu Al-Walid bin Al-Fardhi. Ia terus belajar ilmu hadits dan merasa tertarik dengannya sehingga mencapai hasil yang gemilang dalam bidang hadits dan melebihi orang-orang Andalusia sebelumnya.

Adz-Dzahabi mengatakan, "Ia mencari ilmu setelah tahun 390 Hijriyah dan masih sempat berguru kepada ulama-ulama besar pada masa itu. Umumya sangat panjang dan sanad yang ia punyai sangat banyak. Murid-murid banyak berdatangan kepadanya. Kegiatannya adalah mengumpulkan ilmu, menyusun karya, meneliti mana sanad yangtsiqah dan mana sanad yang dhaif. Kitab-kitab karyanya sangat banyak dan keilmuarurya telah diakui oleh para ulama pada masa itu. Ia tidak sempat berguru kepada ayahnya, Imam Abu Muhammad karena ayahnya meninggal lebih dahulu pada tahun 308 Hijriyah.Ia adalah seorang ahli fikih, ahli ibadah dan ahli tahajud. Ia hidup selama 50 tahun, belajar fikih kepada At-Tajibi dan berguru kepada Ahmad bin Matraf dan seorang ahli sejarah, Abu Umar bin Hazm.

Ia juga mempelajari sunan Abi Dawud dari Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad bin Abdil Mukmin dengan sanad dari Ibnu Dassah. Abu Muhammad juga meriwayatkan hadits kepadanya dari riwayat Ismail bin Muhammad Ash-shaffar, mengajarkan kepadanya kitab An-Nasikh wa Al-Mansukh karya Abu Dawud dengan sanad dari Abu Bakar An-Najjad dan meriwayatkan kepadanya Musnad Ahmad bin Hambal dengan riwayat dari Al-Qathi'i."

Karyanya

Adz-Dzahabi mengatakan, "Abu Umar bin Abdil Barr mempunyai kitab Al-Kafi fi Madzhabi Malik sebanyak lima belas jilid, Al-Iktifa'fi Qira'ati Nafi' wa Abi Amr, At-Taqashshifi lkhtishar Al-Muwaththa', Al-Imba' 'an Qaba'il Ar-Ruwat, Al-Intiqa' li Madzahib Ats-Tsalahtsah Al-Ulama' Malik, wa Abi Hanifah wa Asy-Syaf i, Al-Bayan fi Tilawati Al-Qur'an, Al-Ajwibah At-Mu'ibah, Al-Kuna, Al- Maghazi, Al-Qashd wa Al-Umam fi Nasab Al-'Arab wa Al- Ajam, Asy-Syawahid fi Itsbat Khabar Al-wahid, Al-Inshaf fi Asma'illah, Al-Faraidh dan Asy'ar Abi Al-'Atahiyyah.[3]

Kematian

Ibnu Abdul Barr wafat di Syatibah pada malam Jumat akhir Rabiul Akhir tahun 463 H / 1071 M di usia 93 tahun.

Rujukan

Wikisource logo
Wikisource Arab memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
  1. ↑ Manuela Marín Niño: La obra genealógica de Ibn 'Abd al-Barr. Actas de las Jornadas de Cultura Árabe e Islámica (1978), Madrid 1981, ISBN 84-7472-029-X, hal. 205-230
  2. ↑ Der Herausgeber seines Istiḏkār hat die Werktitel in der Einleitung, Bd. 1, S. 42–72 zusammengestellt; Carl Brockelmann: Geschichte der arabischen Litteratur. Band 1, S. 455–456. Brill, Leiden 1943
  3. 1 2 Farid, Syaikh Ahmad (2006). 60 Biografi Ulama Salaf. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar. ISBN 9795923692
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan