Minggu, 11 Oktober 2026
21:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Husin Nasution

Bagikan:
Ini adalah nama Mandailing, marganya adalah Nasution.
Husin
Syekh Haji
Husin
Nasution
Nama dan Gelar
Semua Gelar
Gelar (Islam)Syekh Haji
Nama
NamaHusin
Kelahirannya
Tahun lahir (M)1866
Agama, Identitas, Kebangsaan
Agama: Islam (Muslim)
Etnis (Suku bangsa)
MargaNasution
Etnis
(Suku bangsa)
Mandailing
Kewarganegaraan
KewarganegaraanIndonesia
Pernikahan & Keluarga
Istri
Zainab
Masdaur
Anak dengan Zainab
Abdul Malik Nasution
Ahmad Zein Nasution
Anak dengan Masdaur
Asmah Nasution
Halimah Nasution
Abdul Jawad Nasution
Wilayah aktif & Hijrah
Mandailing -
WilayahMandailing
Makkah -
WilayahMakkah
Ketokohan & Pengaruh
Pendiri Pondok Pesantren Desa Huraba.
AdalahPendiri
DalamPondok Pesantren Desa Huraba.
Mulai1902
Murid-murid
1.Haji Abdul Wahab
2.Ratal
3.Haji Abdul Gani
4.Haji Kari
5.Haji Shomad
6.Syekh Abdul Manan Siregar
Kewafatan
Tahun wafat (M)1932
?
Umur wafat (M) ±66
Panduan Infobox

Syekh Haji Husin Nasution (1866-1932) lahir di Huraba Kecamatan Siabu.[1] Pada tahun 1890 naik haji dan belajar di Masjidil Haram selama tujuh tahun.[1] Dalam perjalanan pulang ke Mandailing, Syekh Husin Nasution, ditawari oleh teman seperguruannya ketika kembali dari Makkah untuk berdiam beberapa tahun di Negeri Perak.[1] Mereka aktif membina pondok perguruan Islam di Perak.[1] Mereka berhasil memajukan pondok itu, terbukti dengan banyaknya orang yang belajar di pondok tersebut.[1]

Syekh Husin Nasution menikah dengan gadis asli Melayu di Perak, bernama Zainab.[1] Mereka dianugerahi dua orang putera bernama Abdul Malik dan Ahmad Zein.[1] Kaum kereabat Syekh Husin Nasution datang ke Perak untuk mengajaknya kembali ke kampung halaman Huraba.[1] Isterinya tidak bersedia ikut.[1] Setelah bermukim lima tahun di Perak, Syekh Husin Nasution kembali ke Huraba, kemudian menikah dengan gadis sekampungya, Masdaur, yang melahirkan seorang putera dan tiga orang puteri, masing-masing: Asmah, Halimah dan Abdul Jawad Nasution.[1]

Setibanya di Huraba pada tahun 1902, Syekh Husin Nasution mendirikan Pondok Huraba.[1] Muridnya datang dari berbagai penjuru anatar alain: Siabu, Barumun dan Padang Sidimpuan.[1] Setelah mengasuh Pondok Huraba selama 24 tahun.[1] Syekh Husin nasution pindah ke Padangsidimpuan dan mengajar di Masjidil Raya Lamo, di Kantin, Padangsidimpuan.[1] Beberapa orang di anatar muridnya anatar lain: Haji Abdul Wahab, Ratal, Haji Abdul Gani, Haji Kari, Haji Shomad dan Syekh Abdul Manan Siregar.[1]

Catatan akhir

Daftar pustaka

.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Ulama Nusantara ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan