Selasa, 20 Oktober 2026
03:29 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Husin Kamaluddin dari Brunei

Husin Kamaluddin dari Brunei

Sultan Brunei

Bagikan:
250px-Mausoleum_of_Hussin_Kamaluddin%2C_the_16th_Sultan_of_Brunei.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Resting olace of Hussin Kamaluddin

Husin Kamaluddin merupakan Sultan Brunei yang naik tahta pada tahun 1710.Termashyur karena wara', adil dan berkaromah (berkeramat) dapat mengubah buah ngirih menjadi pitabu dan pernah mendapatkan air minum dari lingkaran rotan yang diletakkan di laut.

Dua kali turun takhta dan akhirnya bersemayam di Luba. Ketika dia memerintah negara Brunei makmur dan rezeki mudah diperolehi. Pernah mengeluarkan mata uang 'pitis'. Wafat 1770. Terkenal dengan nama Marhum di Luba.

Referensi

(Inggris) "Resting place for remains of pious sultan" (HTML). Diakses tanggal 2012-07-02.[pranala nonaktif permanen]

Lihat Pula

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Nashruddin
Sultan Brunei
1740–1795
Diteruskan oleh:
Muhammad Alauddin
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan