Selasa, 29 September 2026
06:01 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Humani Generis Redemptionem

Humani generis redemptionem adalah sebuah ensiklik yang dikeluarkan oleh Paus Benediktus XV diberikan di Basilika Santo Petrus pada tanggal 15 Juni, di Hari Pesta Perayaan Hati Kudus Yesus pada tahun 1917, pada tahun ketiga masa kepausannya. Ensiklik ini merujuk pada semakin banyaknya penginjil Kristen tetapi semakin sedikitnya pengaruh dari penginjilan mereka. Ia memperingatkan para uskup untuk menjadi penginjil terlebih dahulu, dan untuk menjadi lebih berhati-hati dalam pemilihan para penginjil dan penerima pengakuan dosa, dua hal yang diberikan syarat-syarat dasarnya oleh dokumen ini.

Terdapat lebih banyak jumlah penginjil di dunia ini daripada masa-masa sebelumnya menurut Paus Benediktus XV, namun dalam hal moralitas publik dan pribadi, serta perihal berbagai konstitusi dan hukum negara, terdapat ketidak-pedulian dan kelupaan umum akan kuasa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal budi manusia, para manusia perlahan jatuh menjauhi norma yang ketat dari nilai-nilai Kristiani, dan bahwa para manusia tergelincir kembali ke dalam praktik-praktik penyembahan berhala yang memalukan.[1] Sri Paus secara tegas menyalahkan para penginjil pelayan gereja yang tidak menangani masalah ini seperti seharusnya. Bukan situasi masa kini (yang mesti disalahkan) tetapi para penginjil Kristiani yang tidak cakaplah yang mesti disalahkan: karena tidak ada orang yang dapat berargumen bahwa para rasul hidup pada zaman yang lebih baik daripada masa kini, (atau) bahwa para rasul bisa bertemu dengan pikiran-pikiran manusia yang lebih siap untuk percaya pada Injil atau bahwa para rasul menemui lebih sedikit penentangan terhadap hukum Allah.[2]

Referensi

  1. ↑ Humani generis redemptionem 2
  2. ↑ Humani generis redemptionem 3


Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan