Minggu, 18 Oktober 2026
23:56 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Pendekatan Wien

Pendekatan Wien

Bagikan:
330px-RWP-comparison.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
perbandingan dari hukum distribusi Wien dengan hukum Rayleigh-Jeans dan hukum Planck, untuk tubuh dengan temperatur 8 mK.

Pendekatan Wien (juga kadang-kadang disebut hukum Wien atau hukum distribusi Wien) adalah hukum fisika yang digunakan untuk menjelaskan spektrum radiasi termal (sering disebut fungsi hitam). Hukum ini pertama kali diturunkan oleh Wilhelm Wien pada tahun 1896.[1][2] Persamaan ini dapat mendeskripsikan panjang gelombang pendek (frekuensi tinggi) spektrum emisi termal dari objek dengan akurat, tetapi gagal untuk menyesuaikan dengan data eksperimental untuk emisi panjang gelombang panjang (rendah frekuensi) secara akurat.[2]

Detail

Hukum dapat ditulis sebagai:

I ( ν , T ) = 2 h ν 3 c 2 e − h ν k T {\displaystyle I(\nu ,T)={\frac {2h\nu ^{3}}{c^{2}}}e^{-{\frac {h\nu }{kT}}}} {\displaystyle I(\nu ,T)={\frac {2h\nu ^{3}}{c^{2}}}e^{-{\frac {h\nu }{kT}}}}   [3]

di mana

  • I ( ν , T ) {\displaystyle I(\nu ,T)} {\displaystyle I(\nu ,T)} adalah jumlah energi per unit permukaan, per unit waktu, per unit sudut padat, per unit frekuensi, yang dipancarkan pada frekuensi ν.
  • T {\displaystyle T} {\displaystyle T} adalah temperatur tubuh hitam.
  • h {\displaystyle h} {\displaystyle h} adalah konstanta Planck.
  • c {\displaystyle c} {\displaystyle c} adalah kecepatan cahaya.
  • k {\displaystyle k} {\displaystyle k} adalah konstanta Boltzmann.

Persamaan ini dapat ditulis sebagai:

I ( λ , T ) = 2 h c 2 λ 5 e − h c λ k T {\displaystyle I(\lambda ,T)={\frac {2hc^{2}}{\lambda ^{5}}}e^{-{\frac {hc}{\lambda kT}}}} {\displaystyle I(\lambda ,T)={\frac {2hc^{2}}{\lambda ^{5}}}e^{-{\frac {hc}{\lambda kT}}}}   [2][4]

di mana I ( λ , T ) {\displaystyle I(\lambda ,T)} {\displaystyle I(\lambda ,T)} adalah jumlah energi per unit permukaan, per unit waktu, per unit sudut padat, per unit panjang gelombang, yang dipancarkan pada panjang gelombang λ.

Hubungan dengan hukum Planck

Pendekatan Wien awalnya diusulkan sebagai deskripsi untuk melengkapi spektrum dari radiasi termal, meskipun gagal untuk secara akurat menjelaskan emisi panjang gelombang panjang (frekuensi rendah). Namun, ia segera digantikan oleh hukum Planck, yang dikembangkan oleh Max Planck. Berbeda dengan pendekatan Wien, hukum Planck dengan akurat menggambarkan spektrum lengkap dari radiasi termal. hukum Planck dapat diberikan sebagai:

I ( ν , T ) = 2 h ν 3 c 2 1 e h ν k T − 1 {\displaystyle I(\nu ,T)={\frac {2h\nu ^{3}}{c^{2}}}{\frac {1}{e^{\frac {h\nu }{kT}}-1}}} {\displaystyle I(\nu ,T)={\frac {2h\nu ^{3}}{c^{2}}}{\frac {1}{e^{\frac {h\nu }{kT}}-1}}}   [3]

Pendekatan Wien mungkin diturunkan dari hukum Planck dengan asumsi h ν ≫ k T {\displaystyle h\nu \gg kT} {\displaystyle h\nu \gg kT}. ketika ini benar, maka

1 e h ν k T − 1 ≈ e − h ν k T {\displaystyle {\frac {1}{e^{\frac {h\nu }{kT}}-1}}\approx e^{-{\frac {h\nu }{kT}}}} {\displaystyle {\frac {1}{e^{\frac {h\nu }{kT}}-1}}\approx e^{-{\frac {h\nu }{kT}}}}   [3]

sehingga pendekatan hukum planck sama dengan pendekatan wien pada frekuensi tinggi.

Pendekatan radiasi termal lainnya

Hukum Rayleigh-Jeans yang dikembangkan oleh Lord Rayleigh dapat digunakan untuk menjelaskan spektrum gelombang panjang radiasi termal secara akurat tetapi gagal untuk menjelaskan spektrum panjang gelombang pendek dari emisi panas pada frekuensi tinggi

Referensi

  1. ↑ J. Mehra, H. Rechenberg (1982). "1". The Historical Development of Quantum Theory. Vol. 1. New York: Springer-Verlag. ISBN 0-387-90642-8.
  2. 1 2 3 R. Bowley, M. Sánchez (1999). Introductory Statistical Mechanics (Edisi 2nd edition). Oxford: Clarendon Press. ISBN 0-19-850576-0.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  3. 1 2 3 G. B. Rybicki, A. P. Lightman (1979). Radiative Processes in Astrophysics. New York: John Wiley & Sons. ISBN 0-471-82759-2.
  4. ↑ Equation derived using u=4π/c; see Rybicki, Lightman (1979) reference.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan