Minggu, 18 Oktober 2026
20:10 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Hou Lan

kasim Wangsa Han Tiongkok

Bagikan:

Hou Lan (meninggal tahun 172) adalah seorang kasim - pejabat yang bertugas di bawah Kaisar Huan (pemerintahan 146–168) dari Dinasti Han Timur di Tiongkok.

Di awal novel klasik Kisah Tiga Negara, Hou Lan termasuk salah satu dari Sepuluh Kasim meskipun secara historis ia bukan anggota kelompok itu.

Kehidupannya

Hou Lan berasal dari daerah komado militer Shanyang (山陽郡) dekat Jining sekarang, provinsi Shandong. Pada 159, ia berpartisipasi dalam kudeta terhadap Liang Ji, seorang jenderal yang sangat berpengaruh dan memonopoli kekuasaan negara pada 150-an. Ia berhasil mengusir jenderal itu dari kekuasaan. Sebagai pengakuan atas kontribusinya, Kaisar Huan dari Han menganugerahkan gelar Adipati Gao kepadanya.[1]

Pada 165, Komandan Agung Yang Bing meminta Kaisar Huan untuk memecat Hou Lan karena diduga sang kasim mengizinkan saudaranya, Hou Can untuk terlibat dalam pemerasan dan praktik korupsi.[2] Hou Lan diberhentikan pada tahun 165,[3] tetapi dipulihkan kembali pada tahun 166.[4]

Sebelum 172, Hou Lan menjadi kusir senior di Istana Changle, kediaman resmi Permaisuri Dou Miao,[5] jadi pengangkatannya mungkin karena didukung oleh janda permaisuri tersebut. Penunjukan itu kemungkinan terjadi pada tahun 168, ketika kematian Kaisar Huan membuat Hou Lan tidak memiliki dukungan kekuasaan. Sementara Janda Permaisuri Dou diketahui telah melindunginya dari eksekusi oleh para pejabat pengadilan, pada tahun 168, Chen Fan, seorang pejabat senior, mendesak janda permaisuri untuk mengeksekusi kasim yang korup itu.[6]

Pada tahun 172, Hou Lan tiba-tiba dinyatakan "bersalah atas kemewahan dan kesombongan, serta telah bertindak sewenang-wenang." Dia diperintahkan untuk menyerahkan lencana dan pita kantornya. Setelah itu ia lantas bunuh diri.[7] Tampaknya kejatuhan Hou Lan karena tuduhan yang tidak jelas itu bukan hanya kesalahannya sendiri saja. Sebaliknya, penangkapan dan pemecatannya karena hubungannya dengan Janda Permaisuri Dou yang kontroversial sehingga menyebabkan penangkapannya dan kematian saudaranya Dou Wu, bersama dengan banyak kerabat mereka pada tahun 172.[8]

Referensi

  1. ↑ de Crespigny, Rafe (1989). Emperor Huan and Emperor Ling (Edisi Internet (2003)). Canberra, Australia: Australian Nat. Univ., Faculty of Asian Studies. hlm. 1750: CC–DD.
  2. ↑ de Crespigny (1989: 1778-1779: D
  3. ↑ de Crespigny (1989: 1779: D)
  4. ↑ de Crespigny (1989: 1788: N, n. 29)
  5. ↑ de Crespigny (1989: 1804: E, n. 19)
  6. ↑ de Crespigny (1989: 1809: K)
  7. ↑ de Crespigny (1989: 1828: C)
  8. ↑ de Crespigny (1989: 1810-1811: K-M)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan