Senin, 02 November 2026
01:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Homalomena rubescens

Bagikan:

Homalomena rubescens merupakan tumbuhan herba dengan tinggi yang dapat mencapai 80 cm. Homalomena rubescens termasuk ke dalam spesies eksotik mulai dari Asia Selatan (Sikkim) hingga Myanmar. Tanaman ini dibudidayakan sebagai tanaman hias baik di dalam maupun di luar daerah asalnya (Clay dan Hubbard). Homalomena rubescens dimasukkan dalam Flora van Nederlandsch Indie karya Miquel pada tahun 1855. Homalomena rubescens ditemukan pada kawasan terbengkalai di bawah jembatan, pinggir jalan, dan parit pada ketinggian ±778 mdpl. [1]

Deskripsi

Daun Homalomena rubescens berbentuk jantung (cordatus) dengan bentuk ujung daun meruncing (acuminatus) dengan pangkal daun berlekuk (emarginatus). Daun Homalomena rubescens memiliki kisaran panjang sekitar 10-23 cm dan lebar 6-18 cm. Tangkai daun dan pertulangan daun pada bagian bawah permukaan daun yaitu berwarna hijau kemerahan, sedangkan warna pertulangan daun pada bagian atas permukaan daun berwarna hijau. Modifikasi batang berupa rhizoma berwarna cokelat. Tipe perbungaan Homalomena rubescens bersifat uniseksual dengan seludang berwarna merah dan tidak ada penyempitan seludang.[2]

Referensi

  1. ↑ Suci Maretni, Mukarlina (2017-01-12). "Jenis-Jenis Tumbuhan Talas (Araceae) di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya". Protobiont (dalam bahasa Inggris). 6 (1). doi:10.26418/protobiont.v6i1.18156. ISSN 2338-7874.
  2. ↑ Irsyam, Arifin (2023). "The existence of Homalomena rubescens (Araceae) in Java, Indonesia based on morphological and molecular evidence". Biodiversitas Journal of Biological Diversity. 24 (7).
Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan