Selasa, 29 September 2026
06:18 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Klan Hōjō

Klan Hōjō

250px-Japanese_Crest_mitu_Uroko.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang keluarga Hōjō, Mitsu-uroko, atau tiga sisik ikan.
250px-Heiji_rokuhara_gyoukou.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rokuhara Tandai, pasukan polisi rahasia Hōjō yang ditakuti.
250px-Mokoshuraiekotoba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyerangan Mongol pada masa pemerintahan Hōjō Tokimune.
250px-YoshitoshiTakatokiTengu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hōjō Takatoki berkelahi melawan sekelompok tengu, lukisan dari akhir zaman Hōjō.

Klan Hōjō (北条氏, hōjō shi) dalam sejarah Jepang adalah sebuah keluarga (klan) yang menguasai gelar turun-temurun shikken (secara resmi hanyalah wali) dari Keshogunan Kamakura. Dalam praktiknya keluarga ini memegang kekuasaan pemerintahan yang sesungguhnya, sering kali sebagai diktator, atas para shogun Kamakura atau istana kekaisaran yang hanya menjadi simbol hukum semata. Anggota-anggota klan Hōjō juga dikenal karena perlawanan mereka atas bangsa Mongol, pendorong tersebarnya aliran Buddhisme Zen dan Bushido, dekadensi moral yang ekstrem, serta pengambilan berbagai keputusan negara dalam pertemuan-pertemuan rahasia di rumah pribadi.

Asal-usul

Klan Hōjō adalah keturunan dari keluarga bangsawan Taira cabang Kammu, yang berasal dari Provinsi Izu. Hōjō mendapatkan kekuasaan dengan cara mendukung dan menjalin perbesanan dengan klan Minamoto untuk memusnahkan kerabat dekat mereka sendiri yaitu klan Taira. Minamoto no Yoritomo dengan dukungan Hōjō berhasil memenangkan Pertempuran Dan-no-ura. Namun hanya 18 tahun berselang, Hōjō merebut kekuasaan segera setelah Yoritomo meninggal dunia.

Awal kekuasaan

Hōjō Tokimasa membantu Minamoto no Yoritomo untuk mengalahkan pasukan Taira dan menjadi shogun yang pertama di Jepang. Hōjō Masako, putri Tokimasa, menikah dengan Yoritomo. Setelah kematian Yoritomo, Tokimasa menjadi wali dari anak shogun; sehingga secara efektif mengambil kendali atas shogun. Keturunan Minamoto dan pangeran kekaisaran selanjutnya menjadi boneka dan sandera dari klan Hōjō yang berkuasa.

Akhir kekuasaan

Klan Hōjō jatuh dari kekuasaaan karena serangan Ashikaga Takauji, seorang penguasa bawahan (vassal) yang sebelumnya mereka perintahkan untuk mengalahkan pasukan-pasukan yang bersekutu dengan Kaisar Go-Daigo pada tahun 1333. Pada tahun yang sama, Nitta Yoshisada juga menyerbu Kamakura dan seluruh anggota klan Hōjō yang tersisa (hampir 900 orang) melakukan bunuh diri di kuil keluarga Tosho-ji.

Daftar Shikken dari klan Hōjō

  1. Hōjō Tokimasa (1138-1215) (r. 1203-1205)
  2. Hōjō Yoshitoki (1163-1224) (r. 1205-1224)
  3. Hōjō Yasutoki (1183-1242) (r. 1224-1242)
  4. Hōjō Tsunetoki (1224-1246) (r. 1242-1246)
  5. Hōjō Tokiyori (1227-1263) (r. 1246-1256)
  6. Hōjō Nagatoki (1229-1264) (r. 1256-1264)
  7. Hōjō Masamura (1205-1273) (r. 1264-1268)
  8. Hōjō Tokimune (1251-1284) (r. 1268-1284)
  9. Hōjō Sadatoki (1271-1311) (r. 1284-1301)
  10. Hōjō Morotoki (1275-1311) (r. 1301-1311)
  11. Hōjō Munenobu (1259-1312) (r. 1311-1312)
  12. Hōjō Hirotoki (1279-1315) (r. 1312-1315)
  13. Hōjō Mototoki (?-1333) (r. 1315)
  14. Hōjō Takatoki (1303-1333) (r. 1316-1326)
  15. Hōjō Sadaaki (1278-1333) (r. 1326)
  16. Hōjō Moritoki (?-1333) (r. 1327-1333)

Selain dari para shikken di atas, anggota klan Hōjō lainnya yang memainkan peran penting di antara lain adalah:

Berikut adalah Penggawa dari Klan Hojo

Lihat pula


Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan