Rabu, 04 November 2026
03:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Hiroo Onoda

Hiroo Onoda

Bagikan:
Hiroo Onoda
250px-Hiroo_Onoda_young.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Onoda, ca 1944
Lahir(1922-03-19)19 Maret 1922
Kamekawa, Wakayama, Kekaisaran Jepang
Meninggal16 Januari 2014(2014-01-16) (umur 91)
Tokyo, Jepang
Pengabdian Kekaisaran Jepang
Dinas/cabang Angkatan Darat Kekaisaran Jepang
Lama dinas1942–1945
(melanjutkan dinas sampai tahun 1974)
Pangkat40px-%E5%B8%9D%E5%9C%8B%E9%99%B8%E8%BB%8D%E3%81%AE%E9%9A%8E%E7%B4%9A%E2%80%95%E8%A5%9F%E7%AB%A0%E2%80%95%E5%B0%91%E5%B0%89.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Letnan Dua
Perang/pertempuran

Hirō Onoda (小野田 寛郎, Onoda Hirō, 19 Maret 1922 – 16 Januari 2014 ) adalah seorang perwira intelijensi Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang berjuang pada Perang Dunia II dan serdadu Jepang yang tetap tinggal yang belum menyerah pada akhir perang pada Agustus 1945. Setelah perang berakhir, Onoda menjalani hidup selama 29 tahun di Filipina sampai mantan panglimanya datang dari Jepang untuk membebaskannya dari tugas atas perintah Kaisar pada 1974.[1][2] Ia memegang pangkat letnan dua dalam Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.

Catatan kaki

  1. ↑ Willacy, M. (2010): Japanese holdouts fought for decades after WWII ABC Lateline (12 November 2010). Retrieved on 16 September 2011.
  2. ↑ Powers, D. (2011): Japan: No Surrender in World War Two BBC History (17 February 2011). Retrieved on 16 September 2011.

Karya yang dikutip

Bacaan tambahan

Pranala luar

Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Hiroo Onoda.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan