Rabu, 28 Oktober 2026
05:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kuda laut landak

Kuda laut landak

Bagikan:
Kuda laut landak
250px-Hippocampus_alatus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks II (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Syngnathiformes
Famili: Syngnathidae
Genus: Hippocampus
Spesies:
H. spinosissimus
Nama binomial
Hippocampus spinosissimus
Sinonim
  • Hippocampus aimei Roule, 1916
  • Hippocampus alatus Kuiter, 2001
  • Hippocampus queenslandicus Horne, 2001
  • Hippocampus semispinosus Kuiter, 2001

Kuda laut landak (Hippocampus alatus) adalah spesies kuda laut yang termasuk dalam famili Syngnathidae. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Rudie H. Kuiter pada tahun 2001.[3]

Deskripsi

Hippocampus alatus memiliki tubuh yang relatif kecil dengan panjang maksimum sekitar 10 cm.[4] Warna tubuhnya bervariasi dari cokelat muda hingga kuning kecokelatan dengan pola bintik-bintik yang membantu kamuflase di habitat alaminya.[5]

Habitat dan Persebaran

Spesies ini ditemukan di perairan pesisir Australia bagian utara, terutama di daerah terumbu karang dan padang lamun dengan kedalaman antara 2 hingga 25 meter.[6] Habitatnya menyediakan perlindungan dan sumber makanan yang penting untuk bertahan hidup.

Perilaku dan Reproduksi

Seperti kuda laut lainnya, Hippocampus alatus memiliki sistem reproduksi unik dimana pejantan mengandung telur dalam kantung khusus hingga menetas.[7] Mereka menunjukkan perilaku monogami dalam musim kawin dan menggunakan ekornya untuk berpegangan pada substrat agar tidak terbawa arus.

Status Konservasi

Menurut IUCN, Hippocampus alatus dikategorikan sebagai Data Deficient (DD) karena kurangnya data lengkap tentang populasi dan distribusinya.[4] Ancaman utama adalah kehilangan habitat dan perdagangan ilegal untuk akuarium serta pengobatan tradisional.[8] Upaya konservasi sedang dilakukan melalui pengawasan habitat dan regulasi perdagangan internasional.

Referensi

  1. ↑ Pollom, R. (2017). "Hippocampus spinosissimus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2017 e.T107259870A54906372. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T107259870A54906372.en. Diakses tanggal 16 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. ↑ Kuiter, R.H. (2001). Revision of the Australian seahorses of the genus Hippocampus (Pisces: Syngnathidae). Taiwan: Zoological Studies. hlm. 1–44.
  4. 1 2
  5. ↑ Scales, Helen (2016). "Seahorses: an extraordinary natural history of shy fish and pampered pets". Journal of Marine Biology. 2016: 1–12.
  6. ↑ Foster, S.J.; Vincent, A.C.J. (2004). "Life history and ecology of seahorses: implications for conservation and management". Journal of Fish Biology. 65 (1): 1–61.
  7. ↑ Vincent, Andrea C.J. (1995). "Conservation and management of seahorses". Nature. 371: 241–242.
  8. ↑ Martin-Smith, K.M. (2004). "Assessing the conservation status of seahorses in Hong Kong". Endangered Species Research. 4: 135–143.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan