Jumat, 25 September 2026
14:16 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara
Renaisans Tinggi

Renaisans Tinggi

periode singkat munculnya seni-seni terbaik selama Renaisans Italia

250px-Raffael_Stanza_della_Segnatura.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fresko karya Raffaello di Ruang Raffaello di dalam Istana Apostolik di Vatikan, atas perintah Paus Yulius II
250px-God2-Sistine_Chapel.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penciptaan Adam, pemandangan dari atas langit-langit Kapel Sistina karya Michelangelo (sekitar tahun 1508-1512), atas perintah Paus Yulius II
250px-The_Last_Supper_Leonardo_Da_Vinci_-_High_Resolution.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perjamuan Terakhir, mural karya Leonardo da Vinci

Dalam sejarah seni, Renaisans Tinggi merupakan periode singkat munculnya seni-seni artistik terbaik selama era Renaisans Italia, khususnya di Roma, Negara Kepausan, dan di Firenze. Kebanyakan sejarawan seni menyebut bahwa Renaisans Tinggi dimulai sekitar tahun 1495 atau 1500, yang berakhir pada 1520 saat kematian Raffaello, meskipun ada pula yang mengatakan Renaisans Tinggi berakhir tahun 1525 atau 1527, saat Penjarahan Roma oleh Charles V, Kaisar Romawi Suci, atau sekitar tahun 1530 (lihat bagian berikutnya untuk sejarawan seni tertentu). Eksponen lukisan, seni patung, dan arsitektur Renaisans Tinggi paling terkemuka diantaranya seperti Leonardo da Vinci, Michelangelo, Raffaello, dan Bramante. Beberapa tahun terakhir, penggunaan istilah "Renaisans Tinggi" cukup dikritik oleh beberapa akademisi sejarah seni, karena terlalu menyederhanakan perkembangan seni, melupakan konteks sejarah, dan cenderung berfokus pada beberapa karya ikonik saja.[1]

Arsitektur

Gaya arsitektur dikembangkan oleh Donato Bramante, yang pada tahun 1502 membangun the Tempietto, menandakan kebangkitan arsitektur Romawi kuno dengan hasil karya megahnya.

Lukisan

Renaisans Tertinggi secara luas dipandang sebagai ledakan terbesar para seniman jenius kreatif dalam sejarah. Bahkan relatif kecil pelukis aktif selama periode itu, seperti Fra Bartolomeo dan Mariotto Albertinelli, menghasilkan karya-karya yang luar biasa dengan harmoni yang sempurna dan kontrol media lukis. Proporsi pose memanjang dan tidak biasa dalam karya akhir Michelangelo, Andrea del Sarto dan Correggio menandai kemunculan Mannerism, sebagai akhir dari sejarah Renaissance. Kematian Raphael di 1520 dan kerusuhan Roma pada tahun 1527 disebut sebagai penutup Renaisans Tertinggi.

Suasana tenang dan warna terang hasil karya Giorgione dan Titian muda merupakan contoh Renaisans Tertinggi di Venesia.

Seni patung

250px-%22The_School_of_Athens%22_by_Raffaello_Sanzio_da_Urbino.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The School of Athens (1511) karya Raffaello Sanzio, fresko Renaisans Tinggi yang menampilkan pengaruh idealisasi figur manusia dan komposisi klasik dalam seni rupa periode tersebut.

Pahatan Renaisans Tertinggi dapat dilihat dari hasil karya Michelangelo, Patung Pieta dan David, yang berkarakter seimbang antara statistika dan pergerakan. Pembuatan pahatan Renaisans Tertinggi biasanya diperintahkan oleh masyarakat dan negara, menjadikan seni pahatan populer dan berharga mahal. Pahatan biasa digunakan untuk menghiasi dan memperindah arsitektur, biasanya di halaman agar khalayak dapat belajar sambil mengagumi hasil karya tersebut. Orang-orang kaya seperti kardinal, penguasa dan bankir biasanya melindungi dan pengagum para seniman itu bersama dengan keluarga kaya lainnya; Paus Julius II juga melindungi dan berlangganan ke banyak seniman. Selama Renaisans Tertinggi ada perkembangan kecil, yaitu pemembuatan patung orang yang memerintahnya, pembuatan patung dada dan kuburan juga berkembang pada saat itu. Subjek material yang terkait dalam pahatan biasanya keagamaan tetapi juga pembuatan patung orang-orang terkenal terdahulu dan lukisan.

Referensi

  1. ↑ Marcia Hall, “Classicism, Mannerism and the relflike Style” dalam The Cambridge Companion to Raphael, Cambridge: Cambridge University Press, h. 224.

Pranala luar

Templat:Renaisans Tinggi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan