Senin, 26 Oktober 2026
18:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Hermann, Freiherr von Soden

Hermann, Freiherr von Soden

Bagikan:
250px-Hermann_von_Soden.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hermann von Soden

Baron Hermann von Soden (16 Agustus 1852 – 15 Januari 1914) adalah seorang Kristen, ahli Alkitab, pendeta, profesor bidang divinitas dan teoris tekstual asal Jerman.

Riwayat hidup

250px-Berlin%2C_Kreuzberg%2C_Zossener_Strasse%2C_Friedhof_II_Jerusalems-_und_Neue_Kirche%2C_Grab_Hermann_von_Soden.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Hermann von Soden di Jerman

Von Soden lahir di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, pada 6 Agustus 1852. Ia kemudian mendapat pendidikan di Universitas Tübingen. Pada 1881, ia ditahbiskan menjadi pendeta di Dresden (Striesen) dan pada 1887 ia melayani sebagai pendeta Jerusalem Church di Berlin. Pada 1889, ia juga menjadi privatdozent, suatu bentuk tutor pada University of Berlin, dan empat tahun kemudian ditunjuk menjadi profesor luar biasa dalam bidang divinitas. Ia memperjuangkan konstitusi gereja yang lebih presbiterian dan demokratis dalam jemaat en:Evangelical State Church of Prussia's older Provinces. Soden meninggal dalam kecelakaan kereta api di Berlin pada 15 Januari 1914. Makamnya dipelihara pada pemakaman Protestan Friedhof II der Jerusalems- und Neuen Kirchengemeinde (Cemetery No. II dari jemaat Jerusalem's Church dan New Church) di Berlin-Kreuzberg, sebelah selatan Hallesches Tor.

Soden memperkenalkan notasi baru untuk menamai naskah-naskah kuno dan mengembangkan teori baru sejarah tekstual. Ia berpendapat bahwa pada abad ke-4 ada tiga resensi (turunan) teks Perjanjian Baru Alkitab Kristen, yang dibedakannya sebagai K, H, dan I. Setelah menentukan teks-teks I, H, dan K, Soden merekonstruksi teks hipotetis, I-H-K, yang diyakininya sebagai teks asalnya. Ia kemudian mencoba menunjukkan bahwa teks ini dikenal oleh semua penulis dari abad ke-2 dan ke-3.

Salah satu keturunannya Wolfram von Soden menjadi pakar Assyriologist terkemuka.

Karya

Buku tulisannya yang terpenting adalah Die Schriften des neuen Testaments, in ihrer ältesten erreichbaren Textgestalt / hergestellt auf Grund ihrer Textgeschichte (4 volume., Berlin: Glaue, 1902-1910); merupakan karya paling berpengaruh mengenai teks Perjanjian Baru yang dipublikasikan setelah munculnya karya Westcott dan Hort, The New Testament in the Original Greek. Karya-karya lainnya:

  • Philipperbrief (1890)
  • “Untersuchungen über neutestamentliche Schriften” in Protestantisches Jahrbuch für theologische Studien und Schriftkommentar (1895-1897)
  • Und was thut die evangelische Kirche? Erwogen angesichts der Reichstagswahlen, zumal in unseren Großstädten, 3rd. ed., Berlin: Nauck, 1890 (a pamphlet written during the campaign for the Reichstag election)
  • Reisebriefe aus Palästina (2nd ed, 1901); Palästina und seine Geschichte: sechs volkstümliche Vorträge,* Die Schriften des Neuen Testaments in ihrer ältesten erreichbaren Textgestalt, Göttingen: Vandenhoeck und Ruprecht 1902.
  • Palästina und seine Geschichte, sechs volkstümliche Vorträge, Leipzig 1899; 2nd improved edition, Leipzig and Berlin: Teubner, 1904 (From Natur und Geisteswelt, No. 6); 3rd improved edition 1911.
  • Die Briefe an die Kolosser, Epheser, Philemon; die Pastoralbriefe, 2nd improved and expanded edition, edited by H. von Soden. Freiburg i. Br. 1893.
  • Die wichtigsten Fragen im Leben Jesu, Ferienkurs-Vorträge Berlin 1904, 2nd improved edition, Berlin 1909.
  • Hebräerbrief, Briefe des Petrus, Jakobus, Judas, 3rd improved and expanded edition, Freiburg i. Br. 1899.
  • Hat Jesus gelebt? aus den geschichtlichen Urkunden beantwortet von Hermann von Soden, Berlin 1910.
  • Urchristliche Literaturgeschichte, die Schriften des Neuen Testaments, Berlin: Duncker, 1905.

Ia berkontribusi pada Encyclopaedia Biblica edisi tahun 1903.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan