Senin, 19 Oktober 2026
09:26 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Johan Hendrik Caspar Kern

Johan Hendrik Caspar Kern

Bagikan:
250px-Johan_Hendrik_Caspar_Kern.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hendrik Kern

Johan Hendrik Caspar Kern (6 April 1833 – 4 Juli 1917) yang juga biasa ditulis sebagai H. Kern atau Hendrik Kern, ialah seorang orientalis dan ahli bahasa Sanskerta berkebangsaan Belanda. Ia adalah profesor di Benares, dan di Leiden antara tahun 1865–1903.

Kern ialah seorang ahli terkenal dalam filologi India, Melayu, dan Polinesia. Ia juga mengurusi masalah arkeologis yang berhubungan dengan sejarah Buddha (Maklumat Ashoka) dan juga sejarah agama Buddha dalam karyanya yang berjudul Geschiedenis van het buddhisme in Indië (2 jilid, 1882–1883) dan Manual of Buddhism (1896). Verspreide geschriften karyanya terbit dalam 15 jilid (1913–1929).

Bibliografi

Karya terkenal Kern ialah Geschiedenis van het Buddhisme in Indië. Ia juga mengarang karya lain, seperti:

  • Handleiding bij het onderwijs der Nederlandse taal (2 jilid, Zutphen, 1859-1860, sering diterbitkan)
  • Korte Nederlandse Spraakkunst (Haarlem 1872)
  • Over de schrijfwijze van eenige zamenst. in het Nederlands (Utrecht 1858)
  • Çakuntalā of het herkenningsteeken, Ind. tnsp. van Kalidāsā (Haarlem 1862)
  • Over het aandeel van Indië en de geschiedenis van de Beschaving, en den invloed der studie van het Sankrit op de taalwetenschap (Leiden 1865)
  • Die Glossen in der Lex Salica und die Sprache der Salischen Franken (Den Haag 1869)
  • Over de jaartelling der Zdl. Buddhisten (Koninklijke Nederlandse Akademie van Wetenschappen (KNAW) 1874)
  • Wrttasançaya, Oud-Javaans leerdicht over versbouw, teks dan terjemahan. (Leiden 1875)
  • Eene Indische sage in Javaansch gewaad (KNAW 1876)
  • Over de oudjavaanse vertaling van 't Mahābhārata (KNAW 1877); Geschiedenis van het Buddhisme in Indië (2 jilid, Haarlem 1881—1883)
  • Over den invloed der Indische, Arabische en Europese beschaving op de volken van den Indische Archipel (Leiden 1883)
  • Saddharma Pundarīka (terjemahan Inggris, Oxford 1884)
  • Verklaring van eenige woorden in Pali-geschriften (KNAW 1886)
  • De Fidji-taal vergeleken met hare verwanten in Indonesië en Polynesië (Amsterdam 1886)
  • Tekstuitgave van het Oud-Javaanse heldendicht Rāmāyana (Den Haag 1900)
  • De legende van Kunjarakarna (Amsterdam 1901)
  • Taalvergelijkende verhandeling over het Aneityumsch, met een Aanhangsel over het Klankstelsel van het Eromanga [sic] (Amsterdam 1906).
  • Dan sejumlah artikel di harian terbitan Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde dan lain-lain.

Pranala luar


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan