Selasa, 06 Oktober 2026
06:54 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan

Hegemoni kawasan

Bagikan:

Hegemoni kawasan dalam hubungan internasional adalah pengaruh yang dimiliki sebuah negara atas negara-negara tetangganya. Negara merdeka itu disebut hegemon kawasan. Hubungan antara hegemon kawasan dan negara lain dalam lingkup pengaruhnya sejalan dengan hubungan antara hegemon global dan negara lain dalam sistem internasional.

Ilmuwan hubungan internasional John Mearsheimer menulis tentang usaha mencapai status hegemoni kawasan dalam bukunya, The Tragedy of Great Power Politics. Menurut teori realisme ofensif yang dicetuskannya, sistem internasional yang anarkis, keinginan untuk bertahan hidup, dan ketidakpastian niat negara lain akan membuat semua negara mengejar status hegemoni kawasan. Menurut Mearsheimer, hegemoni global adalah tujuan akhir yang tak dapat dicapai; negara yang telah meraih status hegemon global akan berusaha mencegah perkembangan para pesaingnya di kawasan lain.

Contoh modern

Informasi lebih lanjut: Penguasa regional

Contoh hegemon kawasan saat ini cenderung sensitif dan dapat dipertentangkan. Penilaian hegemon regional didasarkan pada konteks atau sudut pandang tertentu yang membuat statusnya subjektif. Amerika Serikat adalah contoh hegemon kawasan yang tak terbantahkan lagi di benua Amerika.[1]

Hegemon kawasan lainnya adalah:

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 David J. Myers. 1991. Regional Hegemons: Threat Perception and Strategic Response. ISBN 978-0-8133-8155-8
  2. ↑ Regional Hegemony and Its Discontents: India and South Africa Compared By Stephen F. Burgess
  3. ↑ "The United States and the Great Powers:world politics in the twenty-first century". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-17. Diakses tanggal 2015-05-10.
  4. ↑ "www.fntg.org" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2007-07-02. Diakses tanggal 2015-05-10.
  5. ↑ "http://doi.org". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-05. Diakses tanggal 2019-10-24.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |title=
  6. ↑ "lap.sagepub.com". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-06-30. Diakses tanggal 2015-05-10.
  7. ↑ "www.brazzilmag.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-12-11. Diakses tanggal 2015-05-10.
  8. ↑ "Ministry of Foreign Affairs of Japan" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2018-11-13. Diakses tanggal 2015-05-10.
  9. ↑ "Oxford Analytica". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2007-10-24. Diakses tanggal 2015-05-10.
  10. ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-09-13. Diakses tanggal 2015-05-10.
  11. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-11-20. Diakses tanggal 2015-05-10.
  12. ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2015-05-10.
  13. ↑ Ethiopia regional powerhouse
  14. ↑ Frank N. Magill (1999). The 20th Century Go-N: Dictionary of World Biography. Routledge. hlm. 2775–. ISBN 978-1-317-74060-5.
  15. ↑ Ladislas Bizimana (1999). Conflict in the African Great Lakes Region: A critical analysis of regional and international involvement. Universidad de Deusto. hlm. 55–. ISBN 978-84-9830-536-4.
  16. ↑ Prys, Miriam (Agustus 2009). "Regional Hegemon or Regional Bystander: South Africa's Zimbabwe Policy 2000-2005". Politikon. 36 (2): 193–218. doi:10.1080/02589340903240138.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ M. A. Muqtedar Khan. Jihad for Jerusalem: Identity and Strategy in International Relations. p131-135. Preager/Greenwood Press.

Bacaan lanjutan

  • David J. Myers. 1991. Regional Hegemons: Threat Perception and Strategic Response. ISBN 978-0-8133-8155-8
  • David R. Mares. 1988. "Middle Powers under Regional Hegemony: To Challenge or Acquiesce in Hegemonic Enforcement." International Studies Quarterly. 32(4):453-471.
  • William Zimmerman. 1978. "Hierarchical Regional Systems and the Politics of System Boundaries." International Organization. 26(1):18-36.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan