Kamis, 29 Oktober 2026
10:37 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Heeren XVII

Heeren XVII

Bagikan:
40px-Netherlands_stub.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Heeren Zeventien atau biasa disebut Dewan Tujuh Belas adalah sebutan untuk para direktur VOC yang berjumlah tujuh belas orang dari 17 provinsi berbeda. Dewan Tujuh Belas bertugas untuk menetapkan kebijakan yang berlaku di daerah jajahan VOC dan juga mengatur perdagangan di Hindia Belanda. Markas besar dewan ini berada di Amsterdam.

Latar belakang lahirnya Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) dan Dewan Tujuh Belas adalah karena Pemberontakan Belanda-Belgia atas Spanyol yang menyebabkan perang 80 tahun dari 1566 hingga 1648.[1] Pemberontakan ini didukung 17 provinsi di Delta Sungai Rhein, sehingga muncullah Dewan Tujuh Belas yang mewakili 17 provinsi berbeda.

Catatan Kaki

Referensi

  1. ↑ Gelderen, Martin van (2002). The political thought of the Dutch Revolt, 1555-1590. Ideas in context (Edisi First paperback edition). Cambridge, UK New York, NY Port Melbourne Madrid Cape Town: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-89163-9.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan