Selasa, 20 Oktober 2026
07:46 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Hasan Raid

Bagikan:
Hasan Raid
Lahir(1923-03-01)1 Maret 1923
Meninggal12 Agustus 2010(2010-08-12) (umur 87)
AlmamaterInstitut Ilmu Sosial Moskow, Uni Soviet
PekerjaanPolitisi
Pengajar
Penulis
Dikenal karenaPejuang kemerdekaan
Tokoh Muslim Komunis

Hasan Raid (1 Maret 1923 – 12 Agustus 2010) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia beraliran kiri. Ia dikenal sebagai tokoh "Muslim Komunis". Ia pernah menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), dan aktif sebagai pengurus partai politik beraliran kiri. Pada tahun 1954 Hasan juga pernah menjadi anggota DPRD Jakarta Raya, serta anggota Tim Penguji Pendidikan Politik yang diselenggarakan Kotrar (Komando Retooling Aparatur Revolusi) pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.[1]

Hasan Raid pernah belajar ilmu sosial politik di Institut Ilmu Sosial Moskow, Uni Soviet, selama tujuh bulan pada tahun 1962. Sepulang dari Moskow ia mengajar di Akademi Ilmu Sosial Aliarcham (AISA) dan di Akademi Politik Buchtarudin, serta di Universitas Rakyat (Unra). Bersama Pramoedya Ananta Toer dan beberapa orang lainnya, Hasan Raid mendirikan Yayasan Penelitian Korban Peristiwa 1965/1966 (YPKP 65/66) pada tahun 1999.[1]

Ia juga aktif menulis. Salah satu karyanya berupa otobiografi dengan judul Pergulatan Muslim Komunis: Otobiografi Hasan Raid yang diterbitkan oleh Penerbit LKPS Syarikat pada tahun 2001.

Ia meninggal dunia pada 28 Agustus 2010 dalam usia 87 tahun. Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Referensi

  1. 1 2 "Hasan Raid Wafat Di Usia 88 Tahun" Diarsipkan 2020-10-31 di Wayback Machine Berdikarionline.com. Diakses 22 September 2017.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan