Kamis, 29 Oktober 2026
07:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Hanyutan es

Hanyutan es

bongkahan es di lautan yang terpecah dari gunung es induknya

Bagikan:
250px-Greenland_East_Coast_7.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hanyutan es, Greenland
250px-Sea_ice_Drawing_General_features.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Es cepat (kiri, di sepanjang pesisir) melawan es hangytan dalam sebuah skenario dinamis es laut hipotetikal.

Hanyutan es (bahasa Inggris:Drift ice) adalah es laut manapun selain es cepat (bahasa Inggris:fast ice), yang terbentang pada garis pantai atau objek padat lainnya (karang, lapisan es bertanah, dll).[1][2][3] Hanyutan es terbawa oleh angin dan arus laut, sesuai namanya. Saat es hanyutan terbawa bersama dalam massa tunggal besar (melingkupi >70%), es tersebut disebut timbunan es (bahasa Inggris:pack ice).[1] Angin dan arus yang membawa es dapat membentuk rimbunan sampai setinggi beberapa meter. Ini mewakili sebuah tantangan bagi kapal pemecah es dan struktur lepas pantai yang beroperasi di samudera dan laut dingin.

Es hanyutan terdiri dari pecahan-pecana es laut tinggal mengambang sepanjang 20 meter (66 ft) atau lebih. Terdapat berbagai nama untuk berbagai ukuran es mengambang: kecil – 20 meter (66 ft) sampai 100 meter (330 ft); menengah – 100 meter (330 ft) sampai 500 meter (1.600 ft); besar – 500 meter (1.600 ft) sampai 2.000 meter (6.600 ft); luas – 2 kilometer (1,2 mi) sampai 10 kilometer (6,2 mi); dan raksasa – lebih dari 10 kilometer (6,2 mi).[4][5]

Es hanyutan musiman di Laut Okhotsk dari pantai utara Hokkaidō, Jepang telah menjadi tontonan wisatawan dari kawasan tersebut dengan iklim keras,[6] dan menjadi salah satu dari 100 Soundscape Jepang. Laut Okhotsk adalah kawasan paling selatan di hemisfer utara di mana es hanyutan dapat diamati .[7]

Es hanyutan berdampak pada:

Es timbunan es besar adalah timbunan es Arktik dan timbunan es Antarktika. Kawasan paling berpengaruh dari es timbunan adalah timbunan-timbunan es kutub yang terbentuk dari air laut di kawasan-kawasan kutub Bumi: timbunan es Arktik di Samudera Arktik dan timbunan es Antarktika di Samudera Selatan. Timbunan-timbunan kutub secara signifikan berubah ukuran saat perubahan musim selama setahun. Karena sejumlah besar air tertambah atau hilang dari samudera dan atmosfer, perilaku timbunan es kutub memiliki dampak signifikan terhadap perubahan global pada iklim.

250px-Kontio_towing.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal pemecah es Kontio membantu kapal dagang di timbunan es di utara laut Baltik.
250px-Wrangelisland.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar satelit dari hanyutan es di Samudera Arktik di sekitaran Pulau Wrangel

Referensi

  1. 1 2 WMO Sea-Ice Nomenclature harvnb error: tanpa target: CITEREFWMO_Sea-Ice_Nomenclature (bantuan)
  2. ↑ Weeks, Willy F. (2010). On Sea Ice. University of Alaska Press. hlm. 2. ISBN 978-1-60223-101-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-14. Diakses tanggal 2017-08-20.
  3. ↑ Leppäranta, M. 2011. The Drift of Sea Ice. Berlin: Springer-Verlag.
  4. ↑ NSIDC All About Sea Ice harvnb error: tanpa target: CITEREFNSIDC_All_About_Sea_Ice (bantuan)
  5. ↑ Environment Canada Ice Glossary harvnb error: tanpa target: CITEREFEnvironment_Canada_Ice_Glossary (bantuan)
  6. ↑ "A Port's Ice Is Thinning, and So Is Its Tourist Trade" Diarsipkan 2023-06-16 di Wayback Machine, New York Times, March 14, 2006.
  7. ↑ "Honda, Meiji, Koji Yamazaki, Hisashi Nakamura, Kensuke Takeuchi, 1999: Dynamic and Thermodynamic Characteristics of Atmospheric Response to Anomalous Sea-Ice Extent in the Sea of Okhotsk. J. Climate, 12, 3347–3358". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-06-08. Diakses tanggal 2017-08-20.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Floating ice.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan