Rabu, 30 September 2026
08:15 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Hari raya Pentahbisan

Hari raya Pentahbisan

hari libur orang Yahudi

Bagikan:
250px-Hanukia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah Menorah.

Festival Pentahbisan, disebut juga dengan Festival Kenisah (Hanukkah) atau Penahbisan Bait Elohim dirayakan di Yerusalem pada tanggal 25 Kislew (sekitar bulan Desember) selama 8 hari.[1] Perayaan ini dimaksudkan untuk memperingati penyucian kembali Bait Elohim pada tanggal 25 Kislew 165 SM oleh kelompok Makabe[2] setelah sebelumnya dinajiskan oleh Antiokhos IV Epiphanes 3 tahun sebelumnya (tepatnya tanggal 25 Kislew 168 SM).[3] Perayaan ini dirayakan bersamaan dengan masa Adven atau bahkan dengan hari raya Natal sehingga sering disebut secara keliru sebagai "Natal Yahudi".[1] Pesta ini dirayakan sebagai peringatan Yudas Makabe yang menyucikan dan membangun kembali Kenisah yang sudah dirusak oleh orang-orang bukan-Yahudi, termasuk orang Yunani dari dinasti Antiokhus.[1] Dalam perayaan ini, umat Yahudi berarakan sambil membawa tongkat berhiaskan daun palem, mempersembahkan kurban, dan bernyanyi dengan iringan alat musik.[1]

Di rumah-rumah maupun di Sinagoge disediakan Menorah[4] (lilin dengan delapan lengan tambahan di kiri dan kanannya) yang dinyalakan satu per satu setiap hari selama perayaan ini[5] (mirip dengan kebiasaan menyalakan lilin satu per satu setiap minggu dalam peringatan masa Adven).[1] Inilah yang menjadi ciri khas dari perayaan ini.[2] Menorah tersebut perlu ditaruh di tempat yang bisa dilihat oleh orang-orang.[2] Penyalaan ini harus dilakukan tepat setelah matahari terbenam, kecuali pada hari Sabat.[2] Pada hari Sabat, lilin tersebut dinyalakan setengah jam sebelum matahari terbenam.[2] lilin-lilin yang dinyalakan pada menorah dimaksudkan untuk menyala setidaknya selama 1,5 jam.[2] Setelah itu, orang-orang boleh menyalakannya kembali, selama ada orang selain yang menyalakan lilin dapat melihat cahaya lilin tersebut.[2]

Rumah-rumah maupun Bait Elohim dipenuhi dengan lilin dan dekorasi yang terang.[1] Pada hari kedelapan, cahaya dari seluruh lilin yang telah menyala semua ditambah dengan cahaya matahari dan lampu-lampu lainnya memenuhi ruangan Bait Elohim dengan cahaya yang terang benderang sehingga hari raya ini juga sering disebut dengan ritus cahaya.[1]

Menurut legenda, pada suatu saat, hanya tersedia cukup minyak untuk menyalakan menorah selama satu hari, namun ternyata menorah dapat terus menyala selama 8 hari.[2] Inilah yang menjadi latar belakang perayaan Hanukkah dirayakan selama 8 hari.[2] Selain itu, ada banyak argumen lainnya yang menyebabkan perayaan ini dilangsungkan selama 8 hari.[2]

Tradisi Kristen

Dalam Injil Yohanes pada bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen dicatat bahwa Yesus Kristus semasa hidup-Nya pernah hadir pada hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem - dengan keterangan tambahan "ketika itu musim dingin" - sekitar 4 bulan sebelum masa sengsara-Nya, yaitu penyaliban-Nya pada hari menjelang Paskah Yahudi.[6] Pada hari itu Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo, dan kemudian berdiskusi dengan orang-orang di sana yang berakhir dengan upaya penangkapan dan pelemparan batu

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia)Rasid Rachman.2005. Hari Raya Liturgi: Sejarah dan Pesan Pastoral Gereja. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia. hlm 7-26
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Inggris)R.J. Zwi Werblowsky dan Geoffry Wigoder.1965.The Encyclopedia of Jewish Religion.New York:Holt, Rinehart. hlm 172.
  3. ↑ (Inggris)R.J. Zwi Werblowsky dan Geoffry Wigoder.1997.The Oxford Dictionary of Jewish Religion.New York:Oxford University Press. hlm 300-301.
  4. ↑ (Inggris)Raphael Posner. 1975. Jewish Liturgy: Prayer and Synagogue Service through the Ages. Jerusalem: Keter Publishing House.
  5. ↑ (Inggris)Jacob Neusner, Alan J. Avery-Peck, dan William Scott Green.1999.The Encyclopedia of Judaism.New York:The Continuum Publishing Company. hlm 32-50.
  6. ↑ Yohanes 10:22
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan