Selasa, 20 Oktober 2026
06:12 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Dendam Pocong Mupeng

Dendam Pocong Mupeng

film Indonesia tahun 2010

Bagikan:
Dendam Pocong Mupeng
250px-Poster_Dendam_Pocong_Mupeng.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SutradaraSteady Rimba
ProduserK.K. Dheeraj
Ditulis olehNestor Katanya
Pemeran
SinematograferFery Ipey
EditorTrizkiyanto
DistributorK2K Production
Tanggal rilis
4 Februari 2010 (2010-02-04)
Durasi70 menit
NegaraIndonesia

Dendam Pocong Mupeng[1] (sebelumnya berjudul Hantu Puncak Datang Bulan, diganti karena kontroversial dan Dianggap Hot) adalah film Indonesia yang dirilis pada 4 Februari 2010 yang disutradarai oleh Steady Rimba. Film ini dibintangi oleh Andi Soraya dan Trio Macan.

Plot

Dimulai dengan pasangan yang dimabuk asmara bernama Rini dan Andi. Keduanya melakukan hubungan seks dan Meninggal secara Tragis. Andi kesetrum sementara Rini terjatuh dari balkon. Sepertinya keduanya gentayangan menjadi pocong dan kuntilanak. Kemudian, rumah itu dijual kepada seorang lelaki keturunan Arab bernama Pak Harun. Pak Harun menjadikan rumah itu sebagai tempat kos-kosan. Sherly, Tommy, Rojak, dan Mira kini menjadi penghuni kos baru yang saling mengenal. Mereka dihadapkan pada tingkah Pak Harun yang pelit. Keempatnya mulai merasa betah di sana. Tapi satu persatu mulai mengalami penampakan ganjil. Pocong Andi yang semasa hidupnya suka mengintip wanita yang sedang telanjang, memulai aksinya dalam melihat Sherly dan Mira.

Ternyata, Andi dan Rini kendati dalam bentuk hantu masih menjalin komunikasi. Mereka masih tetap saling mencintai dengan sering mengganggu ketenangan para penghuni kos dengan cara yang kocak. Lalu Mira dan Sherly mulai mengalami mimpi yang menakutkan mengenai dibunuh pocong Andi. Mereka berempat lalu mengadu teror ini kepada Pak Harun dengan ancaman akan pindah tempat kos. Pak Harun segera antisipasi dan memanggil dukun. Namun semua dukun dapat dikalahkan dengan mudah oleh pocong Andi. Sampai perawat rumah banci yang ditugaskan Pak Harun, Somad, sampai kelimpungan mencari. Sementara itu gangguan makin bertambah.

Akhirnya diputuskan pemilik rumah itu yang dulu yang kini telah menjadi ustad. Pemilik rumah itu berhasil melihat bagaimana Hamid, menguburkan mereka. Sepertinya mereka berdua (Andi dan Rini) menginap di rumah itu secara diam-diam, tetapi Hamid menguburkan mereka secara diam-diam agar reputasi rumah yang buruk itu hilang. Kuburanpun digali dan dimakamkan kembali di tempat yang wajar. Sayangnya, Sherly, Mira, Tommy, dan Rojak tidak memercayai Pak Harun dan lebih memilih mengambil rumah kontrakan saja. Pak Harun kesal dan akhirnya setuju untuk menjual lagi kepada Hamid yang menawarkan pembelian kembali dengan harga yang lebih murah. Sesudah Pak Harun membeli, ia terkena kecelakaan dan meninggal di depan rumah itu.

Film berakhir dengan Hamid yang sepertinya sudah merencanakan itu semua. Ia menjual kepada orang yang diyakininya mampu menyewa orang yang bisa mengusir setan, dan akhirnya pasti rumah itu akan kembali ke tangannya lagi. Kemudian rumah itu kini dihantui Harun yang akhirnya membunuh Hamid.

Sinopsis

Film ini menceritakan sebuah rumah besar yang dijadikan tempat kos kosan. Rumah kos ini sebuah bangunan lama yang sempat kosong tanpa penghuni. Pada akhirnya rumah ini dijual oleh pemiliknya karena ia selalu teringat akan kematian putri kesayangannya. Sang pacar putri marah akibat keinginannya tidak terpenuhi. Putri sedang lemah karena ia sedang datang bulan, tetapi nasib berkata lain Putri ke atas dan dikejar sang pacar kemudian memukul putri hingga terjatuh dan meninggal. Pacar Putri pun kena strum dan juga meninggal.

Si pemilik baru rumah baru rumah besar ini menyewakan rumah ini dijadikan tempat kos – kosan beberapa pemuda pemudi indekost di rumah ini. Sejak itu pemuda pemudi yang indekost digoda oleh hantu lelaki dan hantu perempuan tidak habis – habisnya.[2]

Pemeran

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan