Senin, 28 September 2026
03:43 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Hamad bin Said

Sultan Oman

Hamad bin Said
Sultan Oman
Berkuasa1786–1792
PendahuluSaid bin Ahmad
PenerusSultan bin Ahmad
Meninggal13 Maret 1792
DinastiAl-Busaid
AgamaIslam Ibadi

Hamad bin Said (meninggal 13 Maret 1792)[1] adalah penguasa ketiga Oman, dari dinasti Al Busaid, yang memerintah negara tersebut antara tahun 1786 sampai tahun 1792.

Pemerintahan

Hamad bin Said adalah putra Imam dan Sultan Said bin Ahmad, yang menggantikan posisi tersebut pada tahun 1783 setelah kematian ayahnya, Ahmad bin Said al-Busaidi. Said bin Ahmad semakin tidak populer. Sekitar akhir tahun 1785 sekelompok tokoh memilih saudaranya, Qais bin Ahmad, sebagai Imam. Pemberontakan ini segera pecah.[2]

Pada tahun 1786 Hamad bin Said berhasil menguasai Muskat, dengan bentengnya. Satu demi satu benteng-benteng lain di Oman diserahkan kepada Hamad. Said tidak lagi memiliki kekuatan.[3] Hamad mengambil gelar Syeikh dan mendirikan istananya di Muskat. Ayahnya, Said bin Ahmad, tetap tinggal di Rustaq dan tetap mempertahankan gelar Imam, tetapi gelar tersebut murni gelar agama simbolis yang tidak mempunyai kekuasaan. Hamad meninggal karena cacar pada tahun 1792. Ia digantikan oleh pamannya, Sultan bin Ahmad.[4]

Referensi

Citations

Sources

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan