Sabtu, 24 Oktober 2026
13:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Halide Edib Adıvar

Halide Edib Adıvar

Bagikan:
Halide Edib Adıvar
Halide_adivar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Anggota Majelis Nasional Besar
Masa jabatan
14 Mei 1950 –5 Januari 1954
Daerah pemilihanİzmir (1950)
Informasi pribadi
Lahir11 Juni 1884
Konstantinopel (sekarang Istanbul), Kekaisaran Rusia
Meninggal9 Januari 1964(1964-01-09) (umur 79)
MakamPemakaman Merkezefendi, Istanbul, Turki
KewarganegaraanTurki
Suami/istriSalih Zeki
Adnan Adıvar
PendidikanKolese Putri Amerika
PekerjaanNovelis
Penghargaan sipil
Şefkat Nişanı

Halide Edib Adivar (1882-1964) adalah sastrawan abad ke-20 berkebangsaan Turki. Ia aktif dalam memperjuangkan emansipasi wanita dan turut serta dalam Perang Kemerdekaan Turki.[1] Ia menjadi salah satu sersan pada masa gerakan kemerdekaan Turki. Selain itu, ia adalah seorang pendidik, novelis, filsuf, jurnalis, anggota Parlemen (1950-54), advokat dan aktivis hak-hak perempuan. Dia juga anggota Komisi Nasional Turki untuk UNESCO dan anggota Dewan Eksekutif.[2]

Masa Muda

Halide lahir di Konstantinopel pada tahun 1882. Ayahnya bekerja sebagai bendahara untuk Sultan Ottoman, Abdülhamid II.[1] Ibunya meninggal ketika ia masih kecil, sehingga ia dirawat oleh neneknya. Halide berasal dari keluarga elit yang berpendidikan tinggi. Halide menerima pendidikan di rumah.[3] Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke American College for Girls.[1] Pada usia muda, ia menikah dengan seorang instruktur filsafat dan sastra.[3] Pada tahun 1910, ia menceraikan suaminya dan, pada tahun 1917, ia menikahi Abdülhak Adnan Adıvar, yang adalah dokter keluarganya, dan salah satu tokoh politik terkemuka pada masa itu[3]

Perjuangan

Setelah menyelesaikan perguruan tinggi, Haldipe menjadi guru di sekolah khusus perempuan di Konstantinopel. Ia kemudian bekerja untuk Departemen Pendidikan Suriah untuk melakukan reformasi sistem pendidikan anak perempuan. Selama menjadi pendidik, Haldipe juga mempromosikan pendidikan bagi wanita. Pada tahun 1908, Ia mendirikan Society for Elevation of Women untuk mendukung gerakan emansipasi wanita Turki.[1] Pada tahun yang sama, ia mulai menulis berbagai publikasi penting. Halide kembali ke Konstatinopel pada tahun 1909.[3]

Halide turut aktif dalam kampanye kemerdekaan Turki setelah Perang Dunia I. Ia berpidato dalam berbagai rapat umum dan pertemuan massa di Turki. Selama berlangsungnya Perang Kemerdekaan Turki (1919 - 1923), ia bekerja sebagai prajurit dan perawat pasukan.[1] Ia memperoleh pangkat sebagai kopral dan sersan selama perang berlangsung.[2]

Setelah perang berakhir, Halide tinggal di Inggris dan kemudian pindah ke Perancis. Ia kembali ke Turki pada tahun 1939 untuk mendirikan Departemen Bahasa dan Sastra Inggris di Universitas Istanbul dan mengajar hingga 1950. Halide juga menjadi seorang wakil untuk Partai Demokrat selama periode 1950-1954. Setelah itu, ia aktif dalam berbagai politik nasional dan mancanegara hingga akhir hayatnya. Ia meninggal pada 9 Januari 1964.[3]

Pemikiran

Halide menyampaikan pemikirannya melalui novel-novel yang ditulisnya. Novel-novelnya menampilkan tokoh-tokoh perempuan yang mengkritik rendahnya status sosial perempuan Turki pada masa itu. Ia juga menampilkan ketidakpedulian perempuan Turki terhadap situasi tersebut.[1]

Catatan

  1. 1 2 3 4 5 6 "Halide Edip Adivar". I Can Be She (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-01. Diakses tanggal 2020-07-20.
  2. 1 2 https://plus.google.com/+UNESCO (2014-11-28). "Anniversary | Life and work of a Turkish pioneer: Halide Edip Adivar". UNESCO (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-06-26. Diakses tanggal 2020-07-20.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik; Tautan eksternal dalam |last=
  3. 1 2 3 4 5 "Halide Edip Adivar". www.turkishculture.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-08. Diakses tanggal 2020-07-20.

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Halide Edib Adıvar.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan