Kamis, 15 Oktober 2026
12:36 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Haipai

Haipai

Bagikan:
250px-Qipao1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua wanita Tiongkok mengenakan cheongsam, dalam sebuah iklan tahun 1930-an.
250px-Ren_Xiong_-_The_Goddess_of_the_Luo_River.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Dewi Sungai Luo (洛神) di antara tanaman subur di kedalaman berair yang menjadi wilayah kekuasaannya.

Haipai (Hanzi:海派, bahasa Shanghai: hepha, [hē̞pʰä́], secara harfiah berarti Gaya (Shang)Hai) yang mengacu kepada avant-garde, tetapi sebenarnya merupakan budaya "Timur Bertemu Barat" yang unik dari Shanghai(上海) di abad ke 20 dan ke-21.

Etimologi

Istilah ini diciptakan oleh sekelompok penulis Beijing pada tahun 1920 untuk mengkritik beberapa sarjana Shanghai dan lapisan masyarakat Tiongkok yang mulai menyukai gaya kapitalisme dan budaya barat.[1] Menurut catatan dalam buku History of Chinese Painting,[2] nama "Haipai" awalnya berasal dari lukisan dan drama,[3][4] yang dipentaskan pada tahun 1937, "Pada masa pemerintahan Kaisar Tongzhi dan Kaisar Guangxu di masa Dinasti Qing, di saat itu sebagian besar pelukis Tiongkok yang tinggal dan hidup di Shanghai mencari nafkah dengan cara menjual lukisan mereka. Untuk mendapatkan keuntungan, pelukis meladeni cita rasa pembeli yang vulgar".

Lukisan mereka secara bertahap menunjukkan gaya yang disebut "Haipai". Selain dari lukisan, pemain opera Peking menganggap Beijing sebagai pusat otoritas Tiongkok dan mereka menyebut drama di kota-kota di luar Beijing beraliran "Haipai". Pada saat itu "Haipai" berkonotasi negatif, karena mewakili budaya vulgar dan tidak lazim untuk ukuran budaya Tiongkok, dampak pengaruh budaya Barat. Namun, makna Haipai kemudian berangsur-angsur berubah dalam tahun-tahun berikutnya seiring perkembangan zaman dan budaya Haipai kemudian menjadi salah satu gaya budaya paling menarik di Tiongkok. Haipai diistilahkan sebagai "pemberontak" sedangkan Jingpai (secara harfiah "gaya Beijing") adalah gaya budaya "tradisional" Tiongkok. Pada akhirnya, mereka mewakili dua jenis budaya Tiongkok yang berlawanan.[5]

Referensi

  1. ↑ Xu, S.L. "The Culture of Shanghai. Beijing,". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-12-16.
  2. ↑ 胡, 朴安 (1988). 中华全国风俗志(下编). 石家庄: 河北人民出版社.
  3. ↑ 徐, 珂 (1986). 清稗类钞. 北京: 中华书局. hlm. 5027.
  4. ↑ 俞, 剑华 (1937). 中国绘画史(下册). 上海: 商务印刷馆. hlm. 196.
  5. ↑ Xu, S.L. "The Culture of Shanghai. Beijing,". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-12-16.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan