Sabtu, 03 Oktober 2026
23:07 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
H3 (roket)

H3 (roket)

Bagikan:

Kendaraan peluncur H3 adalah sistem peluncur sekali pakai buatan Jepang. Kendaraan peluncur H3 adalah roket berbahan bakar cair dengan booter pendorong roket padat yang dapat dipasang dan diluncurkan dari Pusat Antariksa Tanegashima di Jepang. Mitsubishi Heavy Industries (MHI) dan JAXA bertanggung jawab atas desain, produksi, dan pengoperasian H3. H3 adalah roket pertama di dunia yang menggunakan siklus pembuangan ekspander untuk mesin tahap pertama.

250px-H3_rocket_model_in_Kakamigahara_Aerospace_Science_Museum_November_8%2C_2019_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pada bulan Juli 2015, konfigurasi minimumnya adalah untuk membawa muatan hingga 4.000 kg (8.800 lb) ke orbit sinkron Matahari (SSO) dengan biaya sekitar 5 miliar yen, dan konfigurasi maksimumnya adalah untuk membawa lebih dari 6.500 kg (14.300 lb) ke orbit transfer geostasioner (GTO). Varian H3-24 akan mengirimkan lebih dari 6.000 kg (13.000 lb) muatan ke orbit transfer bulan (TLI) dan 8.800 kg (19.400 lb) muatan ke orbit transfer geostasioner (GTO)(∆V=1830 m/s).[1][2][3]

Referensi

  1. ↑ 2020年 H3ロケットの目指す姿 (PDF) (dalam bahasa Jepang). JAXA. 8 Juli 2015. hlm. 30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 November 2022. Diakses tanggal 24 Februari 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ 姿を現した新型国産ロケット「H3」、開発の舞台はいよいよ種子島へ (dalam bahasa Jepang). Mynavi News. 25 Januari 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Januari 2022. Diakses tanggal 24 Februari 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ 東レのトレカプリプレグ H3ロケットに採用 (dalam bahasa Jepang). Weeklly Gomutimes. 14 Februari 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Februari 2023. Diakses tanggal 24 Februari 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai H3 (rocket).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan