Senin, 26 Oktober 2026
13:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Gustaf Aulén

Gustaf Aulén

Bagikan:
Gustaf Aulén
Uskup Strängnäs
250px-Gustaf_Aul%C3%A9n.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gustaf Aulén (kanan)
GerejaGereja Swedia
KeuskupanSträngnäs
Masa jabatan
1933–1952
PendahuluSam Stadener
PenerusDick Helander
Informasi pribadi
Nama lahirGustaf Emanuel Hildebrand Aulén
Lahir(1879-05-15)15 Mei 1879
Ljungby, Swedia
Meninggal16 Desember 1977(1977-12-16) (umur 98)
MakamNorra Kyrkogården, Lund
KewarganegaraanSwedia
DenominasiLutheran Swedia
Orang tuaFrans Johan Aulén (l. Petersson) (1847 - 1904) dan Ebba Maria Lovisa Matilda Aulén (l. Hildebrand) (1850 - 1891)
Pasangan hidup
Kristine Bjørnstad (1882-1959)
PekerjaanImam, teolog dan kemudian uskup
AlmamaterUniversitas Uppsala

Gustaf Emanuel Hildebrand Aulén (15 Mei 1879 – 16 Desember 1977) adalah Uskup Strängnäs di Gereja Swedia, seorang teolog Lutheran, dan penulis dari Christus Victor, sebuah karya yang masih sangat berpengaruh pada pemikiran teologis kontemporer mengenai pendamaian.[1][2]

Biografi

Aulén lahir pada tahun 1879 di paroki Ljungby, Daerah Kalmar, Swedia bagi Pdt. Johan Aulén dan Maria Hildebrand. Ia menikahi seorang wanita Norwegia, Kristine Bjørnstad pada tahun 1907. Setelah menyelesaikan studi di Universitas Uppsala, Aulén menjadi profesor dogmatika di Universitas Lund pada tahun 1913, kemudian Uskup Strängnäs pada tahun 1933.

Aulén menulis sejumlah besar karya sepanjang hidupnya, dan karya paling terkenalnya, Christus Victor, diterbitkan dalam bahasa Swedia pada tahun 1930, dengan terjemahan bahasa Inggris pada tahun 1931. Melalui karya ini, Aulén bertujuan untuk mengoreksi pandangan tradisional mengenai sejarah gagasan pendamaian yang diajukan oleh Ritschl dan Harnack.[3] Buku lainnya yang paling banyak dibaca, Iman Gereja Kristen diterbitkan dalam enam edisi yang berbeda dalam bahasa Swedia. Edisi keempat, dari tahun 1943, adalah yang pertama diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1948. Karya-karya Aulén mendapat pengakuan internasional [4] dan sebagian besar karya-karya belakanganannya segera diikuti dengan terjemahan bahasa Inggris.

Aulén merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam gerakan oikumenis. Ia menjabat sebagai wakil presiden dalam Konferensi Iman dan Tata Gereja di Edinburgh pada tahun 1937. Selain itu, ia juga memainkan peran penting dalam sidang raya pertama Dewan Gereja-Gereja Sedunia di Amsterdam pada tahun 1948. Selama Perang Dunia II, Aulen secara tegas mengambil sikap melawan Nazisme.[3]

Aulén juga merupakan seorang komponis yang sangat antusias dan terlibat aktif dalam komite yang bertanggung jawab atas buku kidung pujian baru Gereja Swedia yang diterbitkan pada tahun 1937. Aulén menyusun musik untuk himne Fädernas kyrka.[5] Ia menjadi presiden Akademi Musik Kerajaan Swedia dari tahun 1944 hingga 1950.

Aulén pensiun dari keuskupannya pada tahun 1952 dan kembali Lund untuk fokus pada pekerjaan akademiknya. Ia hidup lebih lama dari istrinya, yang meninggal pada tahun 1959. Pada tahun 1975, ia menerbitkan autobiografinya, My Ninety-Six Years: Happenings and Thoughts, dan meninggal dua tahun kemudian pada 16 Desember 1977, pada usia 98 tahun.[3]

Referensi

  1. ↑ Young, P.D. (Okt 1995). "Beyond Moral Influence to an Atoning Life". Theology Today.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Fred, Sanders (5 Mei 2009). "Gustaf Aulén, Lundensian Theologian". Diarsipkan dari asli tanggal 17 Mei 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 Tony Lane. Runtut Pijar: Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
  4. ↑ Wildman, Wesley J. (1988). "Lundensian Theology".
  5. ↑ Rådberg, Tommy. "Kommentar:Fadernas kyrka". www.dagensvisa.com. Diakses tanggal 2024-07-05.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan