Rabu, 28 Oktober 2026
01:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Guiana Britania Raya

Guiana Britania Raya

harta benda Inggris di wilayah Guiana dari 1814–1966

Bagikan:
Guyana Britania
1814–1966
Bendera Guyana
Peta wilayah Guiana Britania 1896
Peta wilayah Guiana Britania 1896
StatusKoloni
Ibu kotaGeorgetown
Bahasa umumInggris
PemerintahanMonarki
Era SejarahImperialisme Modern
• Penaklukan
1796
13 Agustus 1814
• Koloni
1831
• Konstitusi baru
1928
• Kemerdekaan
26 Mei 1966
Mata uangDollar Hindia Barat Britania hingga 1965 lalu Dollar Karibia Timur hingga 1966.
Kode ISO 3166GY
Didahului olehDigantikan oleh
Republik Batavia
Guyana

Guyana Britania adalah nama koloni Britania Raya di pantai utara Amerika Selatan, yang kini merupakan negara Guyana yang telah merdeka.

Wilayah ini awalnya dihuni oleh orang Belanda sebagai koloni Essequibo, Demerara, dan Berbice. Tiga koloni tersebut direbut oleh Britania pada tahun 1796, secara resmi digabung ke Britania Raya pada tahun 1814, dan berkonsolidasi menjadi satu koloni yang utuh pada tahun 1831. Ibu kota koloni adalah Georgetown. Guyana merdeka dari Britania Raya pada tanggal 26 Mei 1966.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan